Pada tahun 1998, usahaku yang berlokasi di kawidaran, cikupa, tanggerang mengalami kebangkrutan di karena dampak krisis global yang melanda indonesia, akhirnya aku memutuskan pulang kampung, dan mengabdi pada orang tua dengan cara bertani, ketika itu aku di serahkan menggarap pertanian seluas 3 kamas, alhamdulilah di beri kemudahan panen dengan hasil yang cukup. Uang hasil penjualan bawang merah di wujudkan berdirinya rumah kecil di samping rumah yang lama.
Ada kesan yang sangat berkesan sampai sekarang, yaitu rute jalan yang aku lalui ketika akan pergi kesawah aku melewati sebuah rumah di pinggiran sawah yaitu rumah kedah/sanudin. Terlihat wanita cantik yang bernama indrawati. Semangkin semangat diriku pergi ke sawah sembari melihat cewek cakep tersebut.
Tak aku sangka wanita yang aku taksir tersebut setelah aku selidiki ternyata sudah mempunyai tunangan dengan pria lain yang notabene pilihan orang tuanya. Tapi aku tak patah semangat segala upaya aku jalankan untuk memikat hati sang wanita cantik tersebut, akan tetapi semangat itu luntur ketika aku mendengar langsung berita bahwa pertunangan tersebut sudah lama terjadi.
Konsentrasi tentang wanita aku abaikan aku akan konsentrasi ke pertanian aku prioritaskan. Hal ini aku lakukan semata-mata aku merasa berhutang pada orang tuaku waktu aku di warteg.
Setelah berjalannya waktu sembari menjalankan usaha pertanian aku mencoba mendekati seorang wanita asal sidakaton yang bernama WASIAH, dengan hati berbunga di karenakan wanita ini adalah idaman hatiku pada saat aku di MADRASAH DINIAH AWALIAH NURULHUDA SIDAPURNA.
ada peran yang cukup dominan pada saat itu adalah sahabatku yaitu seorang wanita juga yang bernama NURHAISAH, dia adalah sahabatku ketika aku di sekolah menengah pertama di BREBES.
sangkin dekatnya persahabatanku dengan nurhaisah, banyak orang sekitar yang salah tafsir bahkan ada juga mengatakan bahwa sakuri dengan nurhaisah berpacaran, bahkan ada juga bertunangan, setelah kabar berita tersebut simpang siur akhirnya sampai juga di telingaku itupun di sampaikan oleh nurhaisah sendiri.
Ada kabar baik datang dari cabawan, yaitu; bahwa indrawati membatalkan perjuangannya dengan slamet, sangat terbuka lebar bagi diriku untuk upaya pendekatan kepada dirinya, sedikit demi sedikit usaha pendekatan aku jalankan, di mulai dari main ke rumahnya, surat menyurat dan salam lewat teman-temannya.
Akhirnya klimaks pun datang juga, aku mendapat jawaban dari WAISAH DIA MENERIMA AKU JADI PACAR SEKALIGUS DIA MAU MENJADI ISTERIKU, AKU BINGUNG AKHIRNYA TENTANG WAISAH DENGAN HATI BULAT AKU MAIN KE RUMAHNYA DAN MEMINTA MAAF BAHWA AKU TIDAK BISA. CUKUP SEBAGAI TEMAN AJA.
BEGITU JUGA NUR HAISAH DIA TERNYATA DIAM- DIAM MENYUKAI DIRIKU YANG SEJATINYA AKU MENGANGGAP DIA CUMA SEKEDAR SEBATAS SAHABAT SEMATA.
AKHIRNYA AKU DENGAN INDRAWATI SEPAKAT DENGAN KOMITMEN BERSAMA UNTUK MASA DEPAN YANG DI RESTUI KEDUA ORANG TUA. AKHIRNYA HUBUNGANKU DIRESTUI KEDUA ORANG TUAKU JUGA DAN HARI H DI TETAPKAN UNTUK ACARA PERTUNANGAN.
SETELAH ACARA PERTUNANGAN TERJADI TERJADI INSIDEN YANG MENCENGANGKAN YAITU DENGAN KEDATANGAN NURHAISAH KE RUMAHKU DI IRINGI ISAK TANGIS DIA, DENGAN PENGAKUAN "BAHWA DIA SANGAT MENCINTAIKU SEJAK MASIH SEKOLAH HINGGA SEKARANG" akhirnya setelah suasana tenang akhirnya aku jelaskan agar kedamaian dan kerukunan tetap terjalin antara kami berdua, dan pada saat ini dia nur haisah sudah menikah dengan teman sekolahnya yang juga teman kelasku juga. Yang bernama; FATKURAOHMAN YANG BIASA AKU PANGGIL SI"OMAN". SEKARANG SUDAH DI KARUNIA ANAK YANG CANTIK JELITA SEPERTI IBUNYA, SEDANGKAN AKU MENIKAH DENGAN INDRAWATI SAAT INI DI KARUNIAHI DUA ANAK.
Biografi ini aku tulis untuk memenuhi permintaan pasien yang ingin tahu latar belakang dan biografi dari SAKURI, tujuan yang ingin dia capai adalah supaya bisa introsfeksi diri. Juga di tulis tentang pengalaman therapis selama dia menekuni bidang terapi pijat urut, reflexy dan bekam. SEMOGA BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT UMUM. AMIEN.
Sabtu, 27 Agustus 2011
Sabtu, 20 Agustus 2011
Tragedi kecelakaan becak
Selepas smpn lulusan sebenarnya tidak terbesit dalam pikiranku untuk merantau, akan tetapi orang tuaku sangat menginginkan diriku merantau, hal yang ku inginkan padahal cuma satu membantu orang tua di bidang pertanian.
Padahal selepas smpn walaupun banyak tawaran beasiswa berdatangan di karenakan aku termasuk siswa yang berprestasi, tapi orang tua tak boleh aku sekolah, akhirnya tawaran itu aku tolak dan memutuskan mengikuti kemauan orang tua.
Pertama kali aku merantau di ajak oleh H.talab yang mempunyai warteg di daerah cakung, selepas dari cakung perjalanan di lanjutkan ke kebayoran baru tak jauh dari terminal blok M, tepatnya di warteg milik tetanggaku, yaitu DARSO, selepas makan siang baru perjalanan di lanjutkan ke tanggerang tepatnya di warteg milik MUKRODI, yang berlokasi di desa doyong/alam jaya, kec jatiuwung tanggerang.
Di warteg tersebut ternyata sudah ada karyawan 3 orang, yang terdiri dari 2 orang perempuan yang bernama; yati dan kartini, sedangkan yang laki-laki namanya hardiman.
Pada saat itu aku masih polos boleh di bilang bloon tak tahu apapun, selama satu bulan di sana aku belum bisa apa-apa sebab semuanya terasa asing bagiku baik itu masalah masakan, nama-nama masakan, maupun cara membungkus makanan sampai hal menghitung harga.
Ada kesulitan di sana pas kebetulan pada saat itu kemarau panjang, yang namanya air adalah barang yang sangat langka, apalagi kebutuhan warteg amat sangat membutuhkan, hampir satu bulan aku di doyong tidak mandi, sebab prioritas adalah wanita.
Mencari air adalah kegiatan rutin yang aku jalankan mengantri adalah solusi awal, yang kedua adalah mencari ke daerah lain, dan langkah yang ketiga adalah membeli air.
Karena air penting akhirnya armada yang di gunakan untuk mengangkut air di sediakan BECAK adalah alat tranportasi yang di gunakan pada saat itu, sebab komunitas becak pada saat itu belum di larang pemerintah.
Dari mengenal becak itu menjadikan keseharianku bergelut di becak dari mengantar pasar sampai membawa air.
Pada suatu hari tepatnya pada malam sabtu manis kurang lebih pukul 01;30 aku mengalami kecelakaan hebat di daerah jatiuwung tanggerang, aku cari tukang urut tidak juga aku temukan sampai-sampai keesokan harinya tanganku membengkak besar dan sangat nyeri sekali, aku sadar aku salah terlalu percaya diri dalam mengendarai becak, di mulai dari situlah terbesit di pikiranku untuk menjadi seorang tukang terapi sebab sangat langka tukang terapi muda yang ada adalah terapi yang sudah tua.
Padahal selepas smpn walaupun banyak tawaran beasiswa berdatangan di karenakan aku termasuk siswa yang berprestasi, tapi orang tua tak boleh aku sekolah, akhirnya tawaran itu aku tolak dan memutuskan mengikuti kemauan orang tua.
Pertama kali aku merantau di ajak oleh H.talab yang mempunyai warteg di daerah cakung, selepas dari cakung perjalanan di lanjutkan ke kebayoran baru tak jauh dari terminal blok M, tepatnya di warteg milik tetanggaku, yaitu DARSO, selepas makan siang baru perjalanan di lanjutkan ke tanggerang tepatnya di warteg milik MUKRODI, yang berlokasi di desa doyong/alam jaya, kec jatiuwung tanggerang.
Di warteg tersebut ternyata sudah ada karyawan 3 orang, yang terdiri dari 2 orang perempuan yang bernama; yati dan kartini, sedangkan yang laki-laki namanya hardiman.
Pada saat itu aku masih polos boleh di bilang bloon tak tahu apapun, selama satu bulan di sana aku belum bisa apa-apa sebab semuanya terasa asing bagiku baik itu masalah masakan, nama-nama masakan, maupun cara membungkus makanan sampai hal menghitung harga.
Ada kesulitan di sana pas kebetulan pada saat itu kemarau panjang, yang namanya air adalah barang yang sangat langka, apalagi kebutuhan warteg amat sangat membutuhkan, hampir satu bulan aku di doyong tidak mandi, sebab prioritas adalah wanita.
Mencari air adalah kegiatan rutin yang aku jalankan mengantri adalah solusi awal, yang kedua adalah mencari ke daerah lain, dan langkah yang ketiga adalah membeli air.
Karena air penting akhirnya armada yang di gunakan untuk mengangkut air di sediakan BECAK adalah alat tranportasi yang di gunakan pada saat itu, sebab komunitas becak pada saat itu belum di larang pemerintah.
Dari mengenal becak itu menjadikan keseharianku bergelut di becak dari mengantar pasar sampai membawa air.
Pada suatu hari tepatnya pada malam sabtu manis kurang lebih pukul 01;30 aku mengalami kecelakaan hebat di daerah jatiuwung tanggerang, aku cari tukang urut tidak juga aku temukan sampai-sampai keesokan harinya tanganku membengkak besar dan sangat nyeri sekali, aku sadar aku salah terlalu percaya diri dalam mengendarai becak, di mulai dari situlah terbesit di pikiranku untuk menjadi seorang tukang terapi sebab sangat langka tukang terapi muda yang ada adalah terapi yang sudah tua.
Jumat, 19 Agustus 2011
Rumah idaman
Hasil panen memuaskan akan tetapi disini terjadi konflik yang kurang mengenakan antara aku dengan mertuaku, yakni orang tua menginginkan agar aku konsentrasi di dagang dan beliau yang mengurus pertanian dengan cara memelihara seorang buruh dengan sistem bagi hasil alhamdulilah orang yang di cari sudah ia dapat yang karakternya hampir mirip dengan karakter yang dia miliki.
Harjo adalah nama orang tersebut akan tetapi ternyata tidak berjalan dengan mulus dia pendapat orang tua selalu di tentangnya alhasil "gondok" selalu menyelimuti hatinya dan berimbas pada keluargaku, dengan mosi karena tak ingin kejadian terulang kembali akhirnya aku memutuskan aku terjun langsung.
Setelah aku terjun langsung di dunia pertanian memang tak terjadi insiden panen yang aku harapkan telah datang dan menuai hasil yang cukup dengan nilai rupiah 15 juta, seperti yang aku cita-citakan aku akan membangun rumah dengan modal yang ala kadarnya yang aku punyai itu. Setelah aku pikir panjang akhirnya kebulatan tekad aku raih juga walaupun banyak kontroversi yang terjadi, dengan bekal bismillah dengan keyakinan yang tulus, akhirnya alloh swt memberi jalan yang mudah untuk diriku memulainya.
Apa artinya duit cuma 15juta, nyape kemana pembangunannya tapi lagi-lagi alloh menunjukkan kekayaannya tidak sedikit orang-orang berdatangan menawarkan bantuan, dengan tangan terbuka lebar akhirnya aku terima bantuan yang berdatangan tersebut, dan hasilnya rumah yang aku idam-idamkan selesai juga walaupun banyak menuai kontroversi di sana--sini.
Tapi ada hal sangat menyakitkan yang aku rasakan banyak kejadian selama masa proses pembangunan tersebut tapi hal itu masih bisa terselesaikan, semenjak selesainya pembangunan aku sampai saat ini belum merasakan kedamaian selayaknya di rumah sendiri.
Sampai-sampai jika lebaran datang tak ingin rasanya aku ingin lebaran di rumah sebab rasa risih masih terus menyelimuti diriku, aku terdampar di perantauan sendiri, tapi aku sangat menikmati kesendirian tersebut aku sangat bersyukur sekali. Terima kasih ya alloh.
Harjo adalah nama orang tersebut akan tetapi ternyata tidak berjalan dengan mulus dia pendapat orang tua selalu di tentangnya alhasil "gondok" selalu menyelimuti hatinya dan berimbas pada keluargaku, dengan mosi karena tak ingin kejadian terulang kembali akhirnya aku memutuskan aku terjun langsung.
Setelah aku terjun langsung di dunia pertanian memang tak terjadi insiden panen yang aku harapkan telah datang dan menuai hasil yang cukup dengan nilai rupiah 15 juta, seperti yang aku cita-citakan aku akan membangun rumah dengan modal yang ala kadarnya yang aku punyai itu. Setelah aku pikir panjang akhirnya kebulatan tekad aku raih juga walaupun banyak kontroversi yang terjadi, dengan bekal bismillah dengan keyakinan yang tulus, akhirnya alloh swt memberi jalan yang mudah untuk diriku memulainya.
Apa artinya duit cuma 15juta, nyape kemana pembangunannya tapi lagi-lagi alloh menunjukkan kekayaannya tidak sedikit orang-orang berdatangan menawarkan bantuan, dengan tangan terbuka lebar akhirnya aku terima bantuan yang berdatangan tersebut, dan hasilnya rumah yang aku idam-idamkan selesai juga walaupun banyak menuai kontroversi di sana--sini.
Tapi ada hal sangat menyakitkan yang aku rasakan banyak kejadian selama masa proses pembangunan tersebut tapi hal itu masih bisa terselesaikan, semenjak selesainya pembangunan aku sampai saat ini belum merasakan kedamaian selayaknya di rumah sendiri.
Sampai-sampai jika lebaran datang tak ingin rasanya aku ingin lebaran di rumah sebab rasa risih masih terus menyelimuti diriku, aku terdampar di perantauan sendiri, tapi aku sangat menikmati kesendirian tersebut aku sangat bersyukur sekali. Terima kasih ya alloh.
Kisahku dalam membangun rumah
Setelah kegagalanku di kemang prapatan bogor, klimaksnya aku pulang ke rumah di cabawan.
Walaupun berat rasanya aku meninggalkan warteg kemang prapatan alasanya aku merasa kerasan disana. Tapi karena sudah menjadi keputusan bersama dengan istri akhirnya pulang juga walaupun kepulanganku kali ini di cibirkan oleh mertuaku kata beliau "nanti mau makan batu anak-anakku." subhanalloh lagi-lagi alloh memperlihatkan kebesarannya sesampainya aku di kampung halaman aku melamar pekerjaan kepada orang tua, bukannya di terima malahan di beri tawaran untuk menggarap sawah hasil gadaian milik haji karyo jangkung, akhirnya aku memulai hari-hariku di sawah walaupun tak punya modal sedikitpun akhirnya banyak pihak-pihak yang mau menawarkan pinjaman pada diriku di mulai dari orang tua, dan saudara dan saudariku.
Semuanya berperan penting membantuku amien.
Pertanian berjalan mulus dengan hasil yang memuaskan tapi harga bawang pada saat itu lagi jatuh otomatis tanam perdana yang aku lakukan merugi, tapi aku tak putus asa malahan garapanku bertambah banyak.
Walaupun berat rasanya aku meninggalkan warteg kemang prapatan alasanya aku merasa kerasan disana. Tapi karena sudah menjadi keputusan bersama dengan istri akhirnya pulang juga walaupun kepulanganku kali ini di cibirkan oleh mertuaku kata beliau "nanti mau makan batu anak-anakku." subhanalloh lagi-lagi alloh memperlihatkan kebesarannya sesampainya aku di kampung halaman aku melamar pekerjaan kepada orang tua, bukannya di terima malahan di beri tawaran untuk menggarap sawah hasil gadaian milik haji karyo jangkung, akhirnya aku memulai hari-hariku di sawah walaupun tak punya modal sedikitpun akhirnya banyak pihak-pihak yang mau menawarkan pinjaman pada diriku di mulai dari orang tua, dan saudara dan saudariku.
Semuanya berperan penting membantuku amien.
Pertanian berjalan mulus dengan hasil yang memuaskan tapi harga bawang pada saat itu lagi jatuh otomatis tanam perdana yang aku lakukan merugi, tapi aku tak putus asa malahan garapanku bertambah banyak.
Selasa, 16 Agustus 2011
Keterbatasan tidak menjadikan suatu halangan untuk meraih sebuah harapan, ada yang menamakan hal ini sebagai wujud kesombongan, tapi aku tak memperdulikan. Entahlah mengapa aku bersikap demikian.
Ada hal yang aku tampilkan terutama teknik belajarku dalam bidang akademis; "percayalah pada dirimu hadapilah masa yang akan datang kamu pelajari terlebih dahulu agar engkau menghadapi masa sekarang mempunyai modal."
setelah mengalami berbagai macam batu sandungan dimana-mana, akhirnya kesempatan untuk penerapan metode tersebut terwujud juga, konsentrasi jika sang pengajar lagi mengajar perlu menjadi perhatian, di tambah lagi kecintaan akan materi dan kecintaan akan pengajar akan menambah bobot.
Seriuslah dalam mengerjakan apapun walupun hal yang pada awalnya itu tidak engkau sukai, sebab kecintaan datang jika keseriusan yang di kerjakan secara terus menerus, rasa kekuatiran terjadi di karenakan ada hal yang bersikap keraguan, jangan ngalah sebelum engkau memulai.
Hadapilah semua soal yang paling engkau anggap sulit, dengan berpikir positif, dan jiwa tenang, sebab ketenangan jiwa bisa membawa kita dalam keberuntungan jangan meninggalkan sesuatu yang menjadi kewajibanmu sebelum engkau kerjakan.
Ada hal yang aku tampilkan terutama teknik belajarku dalam bidang akademis; "percayalah pada dirimu hadapilah masa yang akan datang kamu pelajari terlebih dahulu agar engkau menghadapi masa sekarang mempunyai modal."
setelah mengalami berbagai macam batu sandungan dimana-mana, akhirnya kesempatan untuk penerapan metode tersebut terwujud juga, konsentrasi jika sang pengajar lagi mengajar perlu menjadi perhatian, di tambah lagi kecintaan akan materi dan kecintaan akan pengajar akan menambah bobot.
Seriuslah dalam mengerjakan apapun walupun hal yang pada awalnya itu tidak engkau sukai, sebab kecintaan datang jika keseriusan yang di kerjakan secara terus menerus, rasa kekuatiran terjadi di karenakan ada hal yang bersikap keraguan, jangan ngalah sebelum engkau memulai.
Hadapilah semua soal yang paling engkau anggap sulit, dengan berpikir positif, dan jiwa tenang, sebab ketenangan jiwa bisa membawa kita dalam keberuntungan jangan meninggalkan sesuatu yang menjadi kewajibanmu sebelum engkau kerjakan.
Sabtu, 06 Agustus 2011
Pengalaman yang pahit
Setelah menginjakkan kaki di kampung halaman, aku memulai kegiatan rutinitasku yaitu sebagai seorang terapis, mendatangi pasien di desa klampok brebes yaitu ke kakakku warip yang ku dengar beliau sakit menurut dukun katanya ada yang mengganggu, tapi kata dokter dia terkena tipus aku mencoba mengobati beliau dengan mengantar kakakku yu sitoh yang juga dia itu yang notabene adalah mertua daripada kang warip, setelah selesai acara kami memutuskan mengantar pulang ke rumahnya di padaharja di dinuk tegal sesampainya disana menjelang pas magrib, ketika akan sholat magrib terjadi insiden di kamarnya kakakku ada seekor ular kecil yang melingkar di depan kamarnya yang menurut orang tua hal itu pertanda bahwa yang bersangkutan ada janji yang belum di tepati wallahu''lam.
Setelah pulang ke rumahku di cabawan dan ketika beristirahat aku bermimpi di datangi jin kafir yang mengajakku ke dalam dunia dia tapi aku tak mau,
dan aku yakin bahwa mimpi ini ada kaitanya dengan pasien yang baru aku obati dan besoknya mimpi itu aku ceritakan pada yang bersangkutan, aku bilang pada beliau untuk melepaskan barang yang selama ini dia miliki untuk di kembalikan kepada yang punya sebab menurut mas kardy bahwa kodam yang ada di barang tersebut adalah jin kafir, alhamdulilah taklama setelah itu barang tersebut di kembalikan kepada yang punya dengan suka rela dia menyerahkan barang tersebut yang berupa keris kecil yang bernama cuwuk kaligangsa.
Semoga rumah tangganya menjadi lebih tentram dengan di kebalikannya barang tersebut, amien.
Setelah pulang ke rumahku di cabawan dan ketika beristirahat aku bermimpi di datangi jin kafir yang mengajakku ke dalam dunia dia tapi aku tak mau,
dan aku yakin bahwa mimpi ini ada kaitanya dengan pasien yang baru aku obati dan besoknya mimpi itu aku ceritakan pada yang bersangkutan, aku bilang pada beliau untuk melepaskan barang yang selama ini dia miliki untuk di kembalikan kepada yang punya sebab menurut mas kardy bahwa kodam yang ada di barang tersebut adalah jin kafir, alhamdulilah taklama setelah itu barang tersebut di kembalikan kepada yang punya dengan suka rela dia menyerahkan barang tersebut yang berupa keris kecil yang bernama cuwuk kaligangsa.
Semoga rumah tangganya menjadi lebih tentram dengan di kebalikannya barang tersebut, amien.
Langganan:
Postingan (Atom)