Setelah kegagalanku di kemang prapatan bogor, klimaksnya aku pulang ke rumah di cabawan.
Walaupun berat rasanya aku meninggalkan warteg kemang prapatan alasanya aku merasa kerasan disana. Tapi karena sudah menjadi keputusan bersama dengan istri akhirnya pulang juga walaupun kepulanganku kali ini di cibirkan oleh mertuaku kata beliau "nanti mau makan batu anak-anakku." subhanalloh lagi-lagi alloh memperlihatkan kebesarannya sesampainya aku di kampung halaman aku melamar pekerjaan kepada orang tua, bukannya di terima malahan di beri tawaran untuk menggarap sawah hasil gadaian milik haji karyo jangkung, akhirnya aku memulai hari-hariku di sawah walaupun tak punya modal sedikitpun akhirnya banyak pihak-pihak yang mau menawarkan pinjaman pada diriku di mulai dari orang tua, dan saudara dan saudariku.
Semuanya berperan penting membantuku amien.
Pertanian berjalan mulus dengan hasil yang memuaskan tapi harga bawang pada saat itu lagi jatuh otomatis tanam perdana yang aku lakukan merugi, tapi aku tak putus asa malahan garapanku bertambah banyak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar