Biografi ini aku tulis untuk memenuhi permintaan pasien yang ingin tahu latar belakang dan biografi dari SAKURI, tujuan yang ingin dia capai adalah supaya bisa introsfeksi diri. Juga di tulis tentang pengalaman therapis selama dia menekuni bidang terapi pijat urut, reflexy dan bekam. SEMOGA BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT UMUM. AMIEN.
Selasa, 29 Maret 2011
Rabu, 23 Maret 2011
Memutuskan suatu berdasarkan hati
Memutuskan pilahan sebuah karier untuk masa depan tidak bisa serakah, harus di pikir dengan matang.
Sebab hasil pemikiran akan menentukan buah pikir apakah baik buahnya?
Cerita bersumber dari pemikiran terapis, tentang pilahan berdagang kaki lima yang selama ini di kerjakan yang sudah bisa di hitung hasil maximalnya, berbanding dengan terapis sebuah usaha yang baru yang saat ini dalam taraf sampingan, tapi tentang hasil bisa menyamai bahkan lebih dari berdagang, di karenakan perbandingan secara ekonomis tersebut itulah sang terapis lebih memilih terapi sebab di samping nilai ekonominya profesi terapi adalah sebuah yang awal mulanya di kerjakan karena hobi, dan kecintaan karena hati.
Proses pemilihan memakan waktu yang cukup lama, dan mengalami berbagai macam proses tragedi tapi kesemuanya itu bisa teratasi dengan aman terkendali.
Sebab hasil pemikiran akan menentukan buah pikir apakah baik buahnya?
Cerita bersumber dari pemikiran terapis, tentang pilahan berdagang kaki lima yang selama ini di kerjakan yang sudah bisa di hitung hasil maximalnya, berbanding dengan terapis sebuah usaha yang baru yang saat ini dalam taraf sampingan, tapi tentang hasil bisa menyamai bahkan lebih dari berdagang, di karenakan perbandingan secara ekonomis tersebut itulah sang terapis lebih memilih terapi sebab di samping nilai ekonominya profesi terapi adalah sebuah yang awal mulanya di kerjakan karena hobi, dan kecintaan karena hati.
Proses pemilihan memakan waktu yang cukup lama, dan mengalami berbagai macam proses tragedi tapi kesemuanya itu bisa teratasi dengan aman terkendali.
Minggu, 20 Maret 2011
Kamis, 17 Maret 2011
Bertani bawang merah
Pasca kegagalan di warteg kemang akhirnya seluruh anggota warteg kemang prapatan pulang kampung. Dan memulai kehidupan baru yaitu bertani bawang, alangkah malu hati ini keberhasilan yang di dambakan ternyata kegagalan yang di dapatkan, tapi tak mengapa kesempatan masih terbuka lebar dengan mengesampingkan rasa malu, melamar jadi buruh tani di orang tua sendiri adalah solusi pertama yang di jalankan, ternyata Allah SWt berkehendak lain tawaran mengelola pertanian sendiri adalah tawaran yang di berikan orang tua terhadapku. Akhirnya aku menerima tawaran tersebut dengan konsekwensi berhutang kembali sebab modal sedikitpun tidak aku punya, berbekal modal hutang akhirnya kumolai usaha pertanian investornya adalah kakakku sapuroh dan orang tuaku sendiri. Masa tanam di mulai dengan semangat 78 belajar bertani dari mulai mencangkul sampai je hal lainnya aku kerjakan hal ini semata mat aku lakukan karena amanah. Masa panen datang dengan hasil yang sangat memuaskan tapi tak ayal harga tidak sesuai dengan harapan, masa perdana bertani hasilnya cuma kerja bakti, tapi rasa putus asa tidak ada dalam kamusku semangat semangkin menggelora dengan ini pulalah lahan garapan di tambah kembali, menginjak musim tanam kedua ada sedikit insiden kecil yaitu usaha yang lain di luar pertanian masih membutuhkan perhatian mulai dari sinilah komplikasi intern di mulai yaitu antara aku dengan mertua, setelah mengalami konflik intern, untuk mencegah konflik ter sebut datang kembali akhirnya usaha yang di rantau aku serahkan pada orang lain untuk mengurusnya, konsentrasi sepenuhnya ke pertnian, pertnian berjalan selama jangka waktu satu tahun, walaupun menuai kerugian tapi banyak sekali berkah yang terkandung di dalamnya terutama berdirinya rumah mungil di tepian sawah yang aku namain tudung kenanga . Walaupun pembangunan rumah tersebut penuh dengan intrik dan hutang di sana sini tapi kesemuanya itu insya allah bisa teratasi dengan bismillahirohman nirrmhim. Pelan namun pasti setelah mengalami berbagai macam polemik kesemuanya sedikit banyak teratasi.
Kisah bertani bawang merah berhenti sampai pembangunan rumah selesai, walaupun belum sempurna tapi rasa sukur tetap di kumandangkan, tak terasa waktu jualah yang menjawab konsentrasi kembali tertuju di perantauan dan hal ini menuai hikmah, yaitu profesi lama di kembangkan yaitu terapis pijat urut reflexy sekarang bertambah hijamah atau lebih terkenal dengan bekam. Bertepatan dengan tanggal 25 desember 2010 pelatihan bekam di radio wadi 102.0 fm dengan mengundang nara sumber ustad ody santoso seorang pakar terapis strum 220 volt yang tinggal dan berpraktik di jalan kelor bogor. Dengan bertambahnya keahlian terapi akhirnya keputusan bulat di ambil menjadi therapis pijat adalah pilihan hati untuk bekal masa depan hari tua kelak.
Semoga menuai berkah untuk semua orang dan bagi terapisnya juga.
Kisah bertani bawang merah berhenti sampai pembangunan rumah selesai, walaupun belum sempurna tapi rasa sukur tetap di kumandangkan, tak terasa waktu jualah yang menjawab konsentrasi kembali tertuju di perantauan dan hal ini menuai hikmah, yaitu profesi lama di kembangkan yaitu terapis pijat urut reflexy sekarang bertambah hijamah atau lebih terkenal dengan bekam. Bertepatan dengan tanggal 25 desember 2010 pelatihan bekam di radio wadi 102.0 fm dengan mengundang nara sumber ustad ody santoso seorang pakar terapis strum 220 volt yang tinggal dan berpraktik di jalan kelor bogor. Dengan bertambahnya keahlian terapi akhirnya keputusan bulat di ambil menjadi therapis pijat adalah pilihan hati untuk bekal masa depan hari tua kelak.
Semoga menuai berkah untuk semua orang dan bagi terapisnya juga.
Rabu, 16 Maret 2011
Obsesi di warteg kemang prapatan bogor
Kemang prapatan adalah sebuah desa kemang yang posisi geografisnya tepat di pertigaan daerah lingkungan kecamatan yang posisi cukup strategis, tapi sangat di sayangkan kondisi dagang tidak seperti yang di harapkan.
Sebuah kisah yang harus anda baca, bermula ketika sang istri lagi hamil muda yaitu jalan 2 bulan pas kebetulan kondisi yang sama terjadi pada ibunya lagi hamil 6 bulan, melihat kondisi yang demikian tersebut obsesi sang istri mempunyai keinginan melahirkan yang jauh dari rumah di karenakan malu. Karena keinginan yang kuat dari sang istri itulah semangat mencari lokasi untuk usaha warteg. Walhasil lokasi di temukan walaupun menuai kontroversi sebab yang di pentingkan dari awal proses melahirkan bukan dagang rame?
Modal finance tidak di punyai jalan yang di tempuh adalah berhutang kembali kepada saudara perempuan sapuroh namanya, yang nota bene mempunyai keinginan membantu adik kandungnya. Awalnya penjualan cukup menjanjikan sebab omzetnya cukup, tapi alangkah di sayangkan bertahan cuman 5bulan selepas itu kondisinya sudah tidak stabil lagi di tambah lagi konflik intern. Berikut ini adalah permasalahan yang terjadi:
-pembantu adalah masalah klasik
-persalinan
-hal goibiah
-penyakit yang datang secara estafet
-kelangkaan bbm
-ketidak stabilan ekonomi
-asa kebetahan menurun dari pihak istri.
-kerugian atau devisit grafiknya slalu naik,
-ketidak konsistennya menambah permasalahan semangkin menjadi
kebutuhan hidup rumah tangga masih tercukupi akan tetapi kelebihan belum di dapati, klimaksnya dapat ultimatum untuk pulang kampung. Anak-anak sudah sekolah di kemang mereka berinteraksi sosial, karena sudah menjadi keputusan akhirnya sekolahpun harus pindah juga, untung saja anak-anak mudah beradaptasi. Klimaks yang paling tinggi adalah masuk rumah sakit islam tegal karena menderita tipes akut dan memang harus opname dan tidak bisa di tawar kembali dia opname selama 3 hari, setelah agak mendingan baru memutuskan pulang. Setelah waktu berjalan baru ketemu mengapa banyak sekali kerikil slalu menghalangi ternyata ini adalah buah dari kesalahan penulis. Setelah banyaknya cobaan yang beruntun datangnya dan akhirnya kalah juga akhirnya keputusan bulat di ambil pulang kampung, seluruh anggota keluarga dan karyawan pulang dan warung di biarkan dalam kondisi tutup. Pertanian adalah langkah yang di ambil untuk mengatasi kebuntuhan perekonomian.
Sebuah kisah yang harus anda baca, bermula ketika sang istri lagi hamil muda yaitu jalan 2 bulan pas kebetulan kondisi yang sama terjadi pada ibunya lagi hamil 6 bulan, melihat kondisi yang demikian tersebut obsesi sang istri mempunyai keinginan melahirkan yang jauh dari rumah di karenakan malu. Karena keinginan yang kuat dari sang istri itulah semangat mencari lokasi untuk usaha warteg. Walhasil lokasi di temukan walaupun menuai kontroversi sebab yang di pentingkan dari awal proses melahirkan bukan dagang rame?
Modal finance tidak di punyai jalan yang di tempuh adalah berhutang kembali kepada saudara perempuan sapuroh namanya, yang nota bene mempunyai keinginan membantu adik kandungnya. Awalnya penjualan cukup menjanjikan sebab omzetnya cukup, tapi alangkah di sayangkan bertahan cuman 5bulan selepas itu kondisinya sudah tidak stabil lagi di tambah lagi konflik intern. Berikut ini adalah permasalahan yang terjadi:
-pembantu adalah masalah klasik
-persalinan
-hal goibiah
-penyakit yang datang secara estafet
-kelangkaan bbm
-ketidak stabilan ekonomi
-asa kebetahan menurun dari pihak istri.
-kerugian atau devisit grafiknya slalu naik,
-ketidak konsistennya menambah permasalahan semangkin menjadi
kebutuhan hidup rumah tangga masih tercukupi akan tetapi kelebihan belum di dapati, klimaksnya dapat ultimatum untuk pulang kampung. Anak-anak sudah sekolah di kemang mereka berinteraksi sosial, karena sudah menjadi keputusan akhirnya sekolahpun harus pindah juga, untung saja anak-anak mudah beradaptasi. Klimaks yang paling tinggi adalah masuk rumah sakit islam tegal karena menderita tipes akut dan memang harus opname dan tidak bisa di tawar kembali dia opname selama 3 hari, setelah agak mendingan baru memutuskan pulang. Setelah waktu berjalan baru ketemu mengapa banyak sekali kerikil slalu menghalangi ternyata ini adalah buah dari kesalahan penulis. Setelah banyaknya cobaan yang beruntun datangnya dan akhirnya kalah juga akhirnya keputusan bulat di ambil pulang kampung, seluruh anggota keluarga dan karyawan pulang dan warung di biarkan dalam kondisi tutup. Pertanian adalah langkah yang di ambil untuk mengatasi kebuntuhan perekonomian.
Selasa, 15 Maret 2011
Masa transisi menjelang meninggalkan masa lajang
Pada tahun 1996 saat di cilincing jakarta utara di warteg watonah penggemblengan untuk bisa mandiri di lakukan tapi sayang kisahnya dan hasilnya tidak seperti apa yang di harapkan di karenakan ada pihak yang merasa tersisihkan karena kondisinya pada saat itu kurang kondusif akhirnya keberadaan diriku di cilincing tidak bertahan lama, langkah angkat kaki aku lakukan dan kaki aku pijakan di daerah pelabuhan sunda kelapa pintu satu jl lodan raya melamar pekerjaan di wahidin tepatnya di warung rokok, toko, dan warteg milik anak-anaknya. Selama berada di sana diriku di kenalkan berbagai macam kehidupan yang cukup keras dari minuman keras sampai temperamen tinggi bermula dari sana, hiruk pikuk kendaraan kontainer besar bisiknya deru mesin polusi udara mendukung sekali dengan pencetakan kekerasan jika tidak ada filter, banyak sekali kasus yang aku buat di sana dari pelarian diriku dari orang tua sampai perlawanan kepada wahidin sang pemilik tempat tersebut, klimaknya terjadi juga tapi dengan kejadian tersebut membuat aku semangkin tersadar dari pada kekeliruan yang aku buat hal ini terjadi memang sudah tergariskan di suratan takdir, kemudian di mulailah sebuah ritual yang tak lazim aku lakukan yaitu tidak memakan nasi walaupun cuma saupa, makanan yang aku makan adalah sayuran, sedangkan siang harinya aku isi dengan berpuasa . Hal yang demikian aku lakukan semata-mata di tunjukan sebagai bentuk perwujudan penyesalan dari dosa-dosa yang selama ini di lakukan, nadar hal ini akan aku lakukan jika orang tua tak memaafkan segala kesalahan yang pernah aku lakukan, klimaks kejadian itu selesai lebaran usai, mulai di sinilah lembaran baru di mulai tapi amat di sayangkan hasilnya tidak seperti yang di harapkan. Itulah proses yang mesti aku lalui selepas lebaran usai aku berangkat kembali ke pelabuhan tapi sepertinya keberangkatan kali ini tidak di harapkan penghuni yang ada di sana tapi aku sadar dan memaklumi, akhirnya aku di pindahkan di kebon jeruk di warteg milik bibi suem adik ibuku, tapi sayang diriku tidak kerasan di sana karena ada hal yang tidak bisa aku sembunyikan terutama jika datang waktu sholat. Sebab tempat tidak memenuhi persyaratan, sebab aktifitasnya sangat berbenturan dengan jadwal waktu sholat, dari sebab itulah aku tak ber tahan lama di sana dan memutuskan ke bogor kembali di warungnya badiri. Selama di sana pasnya 3bulan janji manis yang di tawarkan terutama hal masa depan untuk diriku dalam usaha, janji tersebut akan di realisasikan selepas aplus di warung tersebut, namanya anak muda kata manis tersebut dia tunggu sampai masa aplus datang ternyata tidak ada realisasinya. Bermula dari sinilah awal tragedi besar di mulai.
Migrasi ke tanggerang tepatnya ke balaraja kampung sentiong di warungnya sapuroh sembari rasa kesal yang menyesakkan dada tragedi kawidaran cikupa di mulai berawal dari tawaran sebuah warteg yang akan di jual, dari sinilah bermula tragedi.
Pirasat sebenarnya sudah ada tapi yang namanya takdir tidak bisa di bantah dan harus di jalani, tragedi tersebut bertepatan dengan tragedi 11 mei 1998: ) sejak itulah kerugian besar yang baru pertama kali aku alami, dan membuat down, akhirnya keputusan aku ambil yaitu pulang kampung.
Bertani adalah solusi terbaik dai sinilah pertemuan dengan istriku bermula, sosok wanita idaman yang akan melahirkan anak dari benih cinta dan sayang. Tapi alangkah di sayangkan kemampuan pencarian ekonomi pada saat itu belum aku kuasai, yang lebih parah lagi profesiku tukang becak yang notabene sebuah pekerjaan di pandang orang tuaku sebagai pekerjaan kelas paling bawah, tapi mempunyai kedudukan istimewa untuk kalangan tertentu. Dan pada tahun 2000 bulan juli tanggal 21 pernikahan di langsungkan. Semoga pernikahan membawa barokah di dunia dan akherat, amien ya robal alamin.
Migrasi ke tanggerang tepatnya ke balaraja kampung sentiong di warungnya sapuroh sembari rasa kesal yang menyesakkan dada tragedi kawidaran cikupa di mulai berawal dari tawaran sebuah warteg yang akan di jual, dari sinilah bermula tragedi.
Pirasat sebenarnya sudah ada tapi yang namanya takdir tidak bisa di bantah dan harus di jalani, tragedi tersebut bertepatan dengan tragedi 11 mei 1998: ) sejak itulah kerugian besar yang baru pertama kali aku alami, dan membuat down, akhirnya keputusan aku ambil yaitu pulang kampung.
Bertani adalah solusi terbaik dai sinilah pertemuan dengan istriku bermula, sosok wanita idaman yang akan melahirkan anak dari benih cinta dan sayang. Tapi alangkah di sayangkan kemampuan pencarian ekonomi pada saat itu belum aku kuasai, yang lebih parah lagi profesiku tukang becak yang notabene sebuah pekerjaan di pandang orang tuaku sebagai pekerjaan kelas paling bawah, tapi mempunyai kedudukan istimewa untuk kalangan tertentu. Dan pada tahun 2000 bulan juli tanggal 21 pernikahan di langsungkan. Semoga pernikahan membawa barokah di dunia dan akherat, amien ya robal alamin.
Metode lama untuk pembaharuan masa depan
Selama bergulat dalam bidang terapis segala teori sudah di coba akan tetapi kurang maksimal, setelah mendalami berbagai macam teori akhirnya di temukan sebuah penelitian yang alamiah yang akurasinya lebih mantap dan mengena hal ini di buktikan dari respon pasien yang merasa terpuaskan, penggalian penemuan dan membaca buku yang terkait selalu menuai hikmah sebuah metode baru tercipta, di antara dari sekian banyak kecondongan terpaku pada kealamiah yang berasal dari diri sendiri.
Kecintaan terhadap terapi bermula pada saat mengalami kecelakaan di jatiuwung yang pada saat itu mencari terapis susahnya seperti mencari jarum di malam hari, dan setelah mendapati terapis ternyata usianya sudah tua, alhamdulilah takdir illahi datang kepadaku rasa sukur selalu aku panjatkan selalu keihlasan dari pasien slalu aku nanti semoga dalam terapi slalu di beri kemudahan dan mendapat rido dari allah swt. Pada saat ini semua keluhan masih aku tampung dan di tangani tentang masalah hasil sepenuhnya di serahkan pada kemurahan allahurobi, sebab cuma dialah pemberi sehat sedangkan terapis cuma perantara belaka, yang banyak sekali kekurangannya sugesti terapi yang berasal dari pasien menjadi berkah untuk pasien untuk kesembuhan.
Kesalahan terkadang juga terjadi sebab terapis menyadari dengan sepenuhnya tentang keterbatasan yang dimikinya, dan kata maaf selalu di utarakan. Tentang misi kemanusiaan selalu di utamakan, meskipun profesi tersebut sudah menjadi mata pencarian.
Perjuangan menjadi seorang terapis memang melalui berbagai macam tantangan terutama dari keluarga istri yang tidak setuju tentang pekerjaan menjadi seorang terapis karena pekerjaan seperti itu di daerah tegal kurang dipandang bonafid sebab masyarakat tegal lebih terkenal warteganya di banding terapisnya , akan tetapi hal tersebut tidak menjadi kendala yang cukup berarti hal tersebut di buktikan dengan exisnya dia.
Kemajuan pengobatan modern tidak membuat surut keinginannya untuk menjadi terapis profesional justru hal tersebut dia jadikan tantangan untuk berkarya dengan tidak merasa cukup dengan apa yang dimilikinya belajar adalah buktinya.
Kecintaan terhadap terapi bermula pada saat mengalami kecelakaan di jatiuwung yang pada saat itu mencari terapis susahnya seperti mencari jarum di malam hari, dan setelah mendapati terapis ternyata usianya sudah tua, alhamdulilah takdir illahi datang kepadaku rasa sukur selalu aku panjatkan selalu keihlasan dari pasien slalu aku nanti semoga dalam terapi slalu di beri kemudahan dan mendapat rido dari allah swt. Pada saat ini semua keluhan masih aku tampung dan di tangani tentang masalah hasil sepenuhnya di serahkan pada kemurahan allahurobi, sebab cuma dialah pemberi sehat sedangkan terapis cuma perantara belaka, yang banyak sekali kekurangannya sugesti terapi yang berasal dari pasien menjadi berkah untuk pasien untuk kesembuhan.
Kesalahan terkadang juga terjadi sebab terapis menyadari dengan sepenuhnya tentang keterbatasan yang dimikinya, dan kata maaf selalu di utarakan. Tentang misi kemanusiaan selalu di utamakan, meskipun profesi tersebut sudah menjadi mata pencarian.
Perjuangan menjadi seorang terapis memang melalui berbagai macam tantangan terutama dari keluarga istri yang tidak setuju tentang pekerjaan menjadi seorang terapis karena pekerjaan seperti itu di daerah tegal kurang dipandang bonafid sebab masyarakat tegal lebih terkenal warteganya di banding terapisnya , akan tetapi hal tersebut tidak menjadi kendala yang cukup berarti hal tersebut di buktikan dengan exisnya dia.
Kemajuan pengobatan modern tidak membuat surut keinginannya untuk menjadi terapis profesional justru hal tersebut dia jadikan tantangan untuk berkarya dengan tidak merasa cukup dengan apa yang dimilikinya belajar adalah buktinya.
Senin, 14 Maret 2011
Memulai pencarian jati diri
Selepas lulusan smp dengan menyandang peringkat pertama keputusan di ambil yaitu merantau, perantauan pertama kalinya ke tanggerang tepatnya di daerah pasar dorong desa alam jaya pasar kemis tanggerang yaitu di warteg milik saudara mufrodi suami kakak (sapuroh) status sekarang sudah bercerai, pembantu adalah statusku.
Mengawalinya adalah sungguh hal terberat dalam hidupku bayangkan untuk mandi cuci aja susahnya minta ampun sebab pada saat itu kekeringan sedang melanda tanggerang untuk kebutuhan warteg aja air harus mengantri sedari sore itupun dapatnya pada pagi hari pengin tidak mengantri paling tidak harus beli di tempat lain itupun harus memiliki sarana misalnya becak, gerobak.
Dan mulai dari situlah diriku mengenal becak hari-hariku di isi dengan aktifitas menarik kendaraan becak sebab pada saat itu sudah menjadi kebutuhan. Hal seperti itu bertahan sampai 2bulan setelah kakak datang pekerjaan sedikit ringan dan pendalaman di warteg bisa dikuasai dalam tempo 1bulan kebetulan amplusan berarti di doyong cuma 4bulan selesai dari situ berpindah ke daerah karawaci, banyak kenangan yang didapat yang paling berkesan adalah: tanda kecelakaan becak yang menimpa di tangan kiri terjadi di jatiuwung, waktu mengantar karyawan warteg pergi ke pasar persisnya jam 1malam hari jumat kliwon (awal obsesi pengin jadi terapis). Kenangan kedua yang berkesan pertemanan dengan seorang dara dari daerah padang pariaman namanya sumarni yang biasa aku panggil upik.
Di karawaci banyak sekali hikmah yang aku petik terutama manajemen warteg sebab keberadaan disana pernah di serepin warteg bersama damirah pembantu asal kali kamal brebes, semenjak itu pula kedekatan terjalin antara aku dan yang lain. Dan mulai di karawaci pulalah aku mengenal merokok, dan hubungan kekerabatan (setingkat lebih dari pertemanan). Pengenalan yang lebih adalah bahwa ternyata dunia itu luas dan masih banyak yang harus aku ketahui bih banyak lagi.
MEngenal bogor pertama kali di daerah jampang prapatan daerah parung dekat kahuripan. Di warteg milik saudara badiri (pada saat ini sudah beralih kepemilikannya), dari sinilah aku belajar memasak dari kakak.
Tapi sayang belum selesai aku di jemput mufrodi untuk dagang di kampung doyong kembali akan tetapi status yang aku sandang berbeda yaitu sebagai bos, tapi tidak bertahan lama karena belum menguasai dengan benar managemennya kemudian di oper ke orang lain kembali, selepas dari doyong balik lagi ke bogor.
Mengawalinya adalah sungguh hal terberat dalam hidupku bayangkan untuk mandi cuci aja susahnya minta ampun sebab pada saat itu kekeringan sedang melanda tanggerang untuk kebutuhan warteg aja air harus mengantri sedari sore itupun dapatnya pada pagi hari pengin tidak mengantri paling tidak harus beli di tempat lain itupun harus memiliki sarana misalnya becak, gerobak.
Dan mulai dari situlah diriku mengenal becak hari-hariku di isi dengan aktifitas menarik kendaraan becak sebab pada saat itu sudah menjadi kebutuhan. Hal seperti itu bertahan sampai 2bulan setelah kakak datang pekerjaan sedikit ringan dan pendalaman di warteg bisa dikuasai dalam tempo 1bulan kebetulan amplusan berarti di doyong cuma 4bulan selesai dari situ berpindah ke daerah karawaci, banyak kenangan yang didapat yang paling berkesan adalah: tanda kecelakaan becak yang menimpa di tangan kiri terjadi di jatiuwung, waktu mengantar karyawan warteg pergi ke pasar persisnya jam 1malam hari jumat kliwon (awal obsesi pengin jadi terapis). Kenangan kedua yang berkesan pertemanan dengan seorang dara dari daerah padang pariaman namanya sumarni yang biasa aku panggil upik.
Di karawaci banyak sekali hikmah yang aku petik terutama manajemen warteg sebab keberadaan disana pernah di serepin warteg bersama damirah pembantu asal kali kamal brebes, semenjak itu pula kedekatan terjalin antara aku dan yang lain. Dan mulai di karawaci pulalah aku mengenal merokok, dan hubungan kekerabatan (setingkat lebih dari pertemanan). Pengenalan yang lebih adalah bahwa ternyata dunia itu luas dan masih banyak yang harus aku ketahui bih banyak lagi.
MEngenal bogor pertama kali di daerah jampang prapatan daerah parung dekat kahuripan. Di warteg milik saudara badiri (pada saat ini sudah beralih kepemilikannya), dari sinilah aku belajar memasak dari kakak.
Tapi sayang belum selesai aku di jemput mufrodi untuk dagang di kampung doyong kembali akan tetapi status yang aku sandang berbeda yaitu sebagai bos, tapi tidak bertahan lama karena belum menguasai dengan benar managemennya kemudian di oper ke orang lain kembali, selepas dari doyong balik lagi ke bogor.
Barokah doa dari orang tua
Terlalu sombong jika keberhasilan yang aku dapat karena semata mata kerja kerasku, allah swt tidak menyukai orang sombong dan berbangga hati, setelah mengalami masa transisi dan perenungan, akhirnya sebuah awalan bisa di temukan yaitu:
orang tak akan bisa hidup sendiri sebab sudah di kodratkan kesemuanya saling terkait atau bersosial, saling memberi dan menerima, saling doa mendoakan jadi dengan kata lain peran seseorang bisa berdiri di keenakan ada sesuatu yang di pijak.
Begitulah hidupku yang tadinya banyak sekali catatan kelam, dan nasehat dari manapun selalu di anggap angin lalu, alhamdulilah allah masih memberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan pada saat inipun masih dalam proses.
Ketika baru mengalami kelulusan SMP rasa berontak dalam diri seolah hak hakku terasa terpasung, yaitu ketika aku tak boleh melanjutkan sekolah lagi apapun alasannya, oleh karena itu pada saat itu aku merasakan pengabdianku selama ini dengan nurut kepadanya tidak ada harganya, dan terkesan tak terlihat nilainya.
Berawal dari situlah pemberontakan batin mulai terpatri di dada. Ketergantungan akan orang lain tidak bisa diharapkan jika tidak dari diri sendiri. Kesan yang sangat sulit untuk dilupakan, dan hal ini terbukti hingga sampai dia berumah tangga hingga sekarang ini sudah di anugrahi dua orang anak laki dan perempuan, sifat seperti di atas kurang bagus untuk ditiru sebab mengakibatkan temperamen sikap keras, kesan sombong tinggi dan egois.
Ambil hikmah sajalah sebab penulis sendiri telah mengakui bahwa yang selama ini dilakukannya banyak mengakibatkan merugikan orang lain dan diri sendiri terutama anak-anak dan istrinya. Usaha apapun yang dia liris selalu berbuah kebangkrutan, setelah di telusuri secara mendalam sumber nya berasal dari sikap yang aku miliki selama ini. Walaupun boleh dibilang terlambat tapi tak apalah dari pada tidak sama sekali. Setelah melalui berbagai rintangan manfaat introspeksi sangat luar biasa dan detik ini pun masih terasa keluarga ikut menikmatinya amin semoga selalu begitu dan jangan kembali ke yang jelek, setiap jalan hidup yang di laluipun terasa ringan.
Peran orang tua sangat luar biasa tidak mungkin aku bisa begini jika tanpa peran dari orang tua, beliau selalu mendoakan baik siang maupun malam mendoakan anak anaknya agar bisa hidup berbahagia dan berkecukupan. Begitu juga dengan karier yang sedang lagi di jalani yaitu terapis pijat hal ini terlaksana karena barokah dari dorongan dan doanya. Selama hidup yang selalu terngiang adalah aku belum bisa membahagiakan keduanya, semoga allah swt slalu merahmati keduanya sampai hari kiamat.
Keinginan hati ingin mendampingi dirinya di masa tuanya rasanya sampai saat ini masih tertangguhkan karena persoalan ekonomi yang harus aku prioritaskan sebab masa depan anak masih teramat panjang, usaha yang sudah ada biarlah akan tetap selalu ada sebab dari usaha itu merupakan cikal bakal dari usaha terapi yang sedang di jalani saat ini. Hubungan persahabatan, pertemanan harus slalu di jaga sebab tanpa di jaga hal itu akan menjadi boomerang nantinya, silahturahmi dengan saudara harus selalu di pupuk dan di rawat agar senantiasa menuai barokah.
orang tak akan bisa hidup sendiri sebab sudah di kodratkan kesemuanya saling terkait atau bersosial, saling memberi dan menerima, saling doa mendoakan jadi dengan kata lain peran seseorang bisa berdiri di keenakan ada sesuatu yang di pijak.
Begitulah hidupku yang tadinya banyak sekali catatan kelam, dan nasehat dari manapun selalu di anggap angin lalu, alhamdulilah allah masih memberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan pada saat inipun masih dalam proses.
Ketika baru mengalami kelulusan SMP rasa berontak dalam diri seolah hak hakku terasa terpasung, yaitu ketika aku tak boleh melanjutkan sekolah lagi apapun alasannya, oleh karena itu pada saat itu aku merasakan pengabdianku selama ini dengan nurut kepadanya tidak ada harganya, dan terkesan tak terlihat nilainya.
Berawal dari situlah pemberontakan batin mulai terpatri di dada. Ketergantungan akan orang lain tidak bisa diharapkan jika tidak dari diri sendiri. Kesan yang sangat sulit untuk dilupakan, dan hal ini terbukti hingga sampai dia berumah tangga hingga sekarang ini sudah di anugrahi dua orang anak laki dan perempuan, sifat seperti di atas kurang bagus untuk ditiru sebab mengakibatkan temperamen sikap keras, kesan sombong tinggi dan egois.
Ambil hikmah sajalah sebab penulis sendiri telah mengakui bahwa yang selama ini dilakukannya banyak mengakibatkan merugikan orang lain dan diri sendiri terutama anak-anak dan istrinya. Usaha apapun yang dia liris selalu berbuah kebangkrutan, setelah di telusuri secara mendalam sumber nya berasal dari sikap yang aku miliki selama ini. Walaupun boleh dibilang terlambat tapi tak apalah dari pada tidak sama sekali. Setelah melalui berbagai rintangan manfaat introspeksi sangat luar biasa dan detik ini pun masih terasa keluarga ikut menikmatinya amin semoga selalu begitu dan jangan kembali ke yang jelek, setiap jalan hidup yang di laluipun terasa ringan.
Peran orang tua sangat luar biasa tidak mungkin aku bisa begini jika tanpa peran dari orang tua, beliau selalu mendoakan baik siang maupun malam mendoakan anak anaknya agar bisa hidup berbahagia dan berkecukupan. Begitu juga dengan karier yang sedang lagi di jalani yaitu terapis pijat hal ini terlaksana karena barokah dari dorongan dan doanya. Selama hidup yang selalu terngiang adalah aku belum bisa membahagiakan keduanya, semoga allah swt slalu merahmati keduanya sampai hari kiamat.
Keinginan hati ingin mendampingi dirinya di masa tuanya rasanya sampai saat ini masih tertangguhkan karena persoalan ekonomi yang harus aku prioritaskan sebab masa depan anak masih teramat panjang, usaha yang sudah ada biarlah akan tetap selalu ada sebab dari usaha itu merupakan cikal bakal dari usaha terapi yang sedang di jalani saat ini. Hubungan persahabatan, pertemanan harus slalu di jaga sebab tanpa di jaga hal itu akan menjadi boomerang nantinya, silahturahmi dengan saudara harus selalu di pupuk dan di rawat agar senantiasa menuai barokah.
Kamis, 10 Maret 2011
Hikmah keluhan dari orang tua ttg ekonomi
Tiap waktu di kala sedang merumpi (kumpul sambing membicarakan orang) selalu saja terdengar keluhan tentang kekurangan keuangan, dan setiap daku melewati kumpulan tsb, slalu saja di cetuskan dan berwasiat "MAKANYA JAJAN MINTA UANG TUK MEMBELI JAJAN, TRUS TUH MAKAN YANG BANYAK JADI GA JAJAN" sebuah kata yg slalu saja terngiang di telinggaku sampai diriku beranjak remaja. kesan tersebut masih terasa hingga di hari tua.
Senin, 07 Maret 2011
Sepeda JENGKY dan KENANGANNYA
Pada tahun 1989 sepeda baru banyak bermunculan terutama variant SEPEDA GUNUNG atau FEDERAL, pas kebetulan saat itu orang tua membelikan kakak sepeda MINI, sepeda tsb aku pakai jika berangkat ke MDA, oleh Bapak aku akan di belikan sepeda JENGKI jika aku giat dalam belajar di MDA, Alhamdulilah sepeda terbelikan juga sama orang tuaku, aku sangat senang sekali, tapi ternyata ada syarat lainnya juga, tapi datang dari ibu, yaitu harus bantu ibu.
HIKMAH MEMBACA DAN BELAJAR DI PERPUSTAKAAN
Pada suatu waktu ada seorang guru matematika pak "HERI" namanya mencermati anak didiknya, di perhatikan diantara anak didiknya itu ada yg tdk pernah tunjuk jari, bahkan mengerjakan PR, Kemudian hal itu di umumkan dpn kls, semua murid kaget dan bertanya-tanya siapa gerangan anak itu? setelah itu sang guru tsb keliling ruang kelas dan menunjuk jarinya pada SAKURI, dan di suruhlah SAKURI dia ke depan kelas tuk mengerjakan satu soal yg ckp SULIT.
Sabtu, 05 Maret 2011
Mengejar bayangan sendiri (BTPURB)
Rasa sayang dia akan keluarganya mengorbankan kesemuaan yang dia miliki, di karenakan masa lalu dan kedekatan secara batiniah karena mereka para adik-adiknya dialah yang momong, tidak terasa hal tersebut masih dia lakukan hingga berumah tangga dan membikin suasana rumah tangganya jadi kacau, inilah hal terbodoh yg dia lakukan dan dia menyadari kekeliruan yg telah di lakukan.
Semoga dengan introspeksi kekeliruan itu menuai hikmah yang mendalam.
Semoga dengan introspeksi kekeliruan itu menuai hikmah yang mendalam.
Mengejar bayangan sendiri (BTPURB)
Tiap kayuhan pedal sepeda adalah sebuah harapan masa depan yang ingin dia raih,
Terkesan yang tersirat di benaknya seakan-akan ada sesuatu yang sedang mengejarnya, ada kalanya di kencang dalam mengayuh ada kalanya di berhenti mengayuh jika sesuatu yg dia kira mengejarnya tidak dia rasa mengejar.
Harapan untuk membaktikan hidupnya untuk berbakti pada orang tua, telah sirna ketika dia keluar kandang untuk merantau ke kota lain.
Terkesan yang tersirat di benaknya seakan-akan ada sesuatu yang sedang mengejarnya, ada kalanya di kencang dalam mengayuh ada kalanya di berhenti mengayuh jika sesuatu yg dia kira mengejarnya tidak dia rasa mengejar.
Harapan untuk membaktikan hidupnya untuk berbakti pada orang tua, telah sirna ketika dia keluar kandang untuk merantau ke kota lain.
Mengejar bayangan sendiri (BTPURB)
BTPURB: biografi therapis pijat urut reflexy dan bekam.
Mengawali kecita-citaan dan mimpi dia menjadi seorang ustad dan dokter,
belajar dengan sungguh-sungguh tak kenal menyerah dan tak pernah menyesal tentang hal yang di pandang baik. Dalam berpikir dia terkesan otodidak dan menyimpang dari pandangan umum.
ini semua di karenakan masa lalu dia berisikan berbuat yang terbaik untuk orang di cintainya contoh: mencintai kedua orang tuanya.
Mengawali kecita-citaan dan mimpi dia menjadi seorang ustad dan dokter,
belajar dengan sungguh-sungguh tak kenal menyerah dan tak pernah menyesal tentang hal yang di pandang baik. Dalam berpikir dia terkesan otodidak dan menyimpang dari pandangan umum.
ini semua di karenakan masa lalu dia berisikan berbuat yang terbaik untuk orang di cintainya contoh: mencintai kedua orang tuanya.
Jumat, 04 Maret 2011
Kamis, 03 Maret 2011
BIOGRAFI THERAPIS PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Keseriusan mengejar prestasi dg keterbatasan yg ada, akhirnya mampu ia peroleh dg predikat peringkat pertama. Hal ini berkah dari doanya kedua orang tuanya yang siang dan malam mendoakan anak-anaknya. Masa remaja dia habiskan di rantau ke daerah tanggerang. Setiap hari rutinitas di sekolah sama. cuman ada kisah menarik yang akan di ceritakan di sini tentang organisasi:
Dia termasuk orang yang enggan di jadikan ketua walaupun sdh terpilih jadi.
Dia termasuk orang yang enggan di jadikan ketua walaupun sdh terpilih jadi.
BIOGRAFI THERAPIS PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Dalam lingkungan sekolah dia anak terbelakang di dalam kuantitas sebab prasarana pendukung dia tidak mempunyai seperti, buku pedoman, buku tulis dll.
kesusahan dalam belajar sudah ia alami semenjak SD, Oleh karena kesulitan belajar itulah dia menciptakan kreatifitas dalam belajar.
Dengan seringnya datang ke perpustakaan meminjam buku kurikulum lama, dan selalu aktif memecahkan soal-soal yang dianggap susah teman-temannya.
kesusahan dalam belajar sudah ia alami semenjak SD, Oleh karena kesulitan belajar itulah dia menciptakan kreatifitas dalam belajar.
Dengan seringnya datang ke perpustakaan meminjam buku kurikulum lama, dan selalu aktif memecahkan soal-soal yang dianggap susah teman-temannya.
BIOGRAFI THERAPIS PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Naluri bisnis di tularkan dari sang ayah, sebab kedekatan di antara kedua orang tuanya cenderung ke ayah, keprihatinan sudah ia rasakan semenjak kecil, ia selalu memanfaatkan situasi dan kondisi untuk menutupi kekurangan yang dia miliki, dari soal spp, uang jajan atau yang lainnya, karena orang tua suka mengeluh tentang ekonomi dia mengambil tindakan tidak mengeluhkan perekonomian kepada keduannya, Persoalan yang dia punyai tidak ia bagi ke lain.
Rabu, 02 Maret 2011
BIOGRAFI THERAPIS PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Masa SMP dia selalu di liputi hukuman dari wali kelas, guru-guru yang mengajar, bp, staff tu, satpam, sampai ke kepala sekolah.
Hukuman yang sering dia terima adalah: sering terlambat masuk sekolah, menunggak spp dan bp3, tidak mengerjakan PR, tidak rapi dalam berseragam dll. HUKUMAN YANG DI TERIMA DIA: menyapu halaman, keliling lapangan, di jemur di lapangan, berdiri dpn kelas dll, surat peringatan sering ia dapat tuk di kasih ke orang tuannya.
Hukuman yang sering dia terima adalah: sering terlambat masuk sekolah, menunggak spp dan bp3, tidak mengerjakan PR, tidak rapi dalam berseragam dll. HUKUMAN YANG DI TERIMA DIA: menyapu halaman, keliling lapangan, di jemur di lapangan, berdiri dpn kelas dll, surat peringatan sering ia dapat tuk di kasih ke orang tuannya.
BIOGRAFI THERAPIS PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Kesensitifan, yang dia terus rasakan berawal dari kisruh ekonomi yang sering di ributkan orang tuanya, keluh kesah orangtuanya yg sering di tumpahkan padanya, membuat dia menjadi orang sensitif dan prihatin atas kesulitan orang lain, sampai-sampai dia memutuskan tidak akan menerima uang SAKU, jika mau sekolah, dan tak suka meminta-minta soal keuangan maupun yang lainnya, terbentuknya kepribadian seperti itu hingga sampai sekarang masih.
BIOGRAFI THERAPIS PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Kenakalan sakuri semangkin menjadi jika posisinya semangkin menjauh dari rumah, perkelahian adalah hal biasa baginya baik itu di SEKOLAH DASAR, SEKOLAH MENENGAH PERTAMA, MDA, MAUPUN DI LINGKUNGAN MAIN DIA.
Tingkah dia di luar di kunci rapat-rapat jangan sampai orang tuanya mengetahui.
Sebab orang tua tahunya SAKURI adalah penurut dan taat beribadah.
Setelah lulus dari SDN CABAWAN 02 dengan PERINGKAT 1 (PERTAMA) Dia melanjutkan ke SMPN 4BREBES .
Tingkah dia di luar di kunci rapat-rapat jangan sampai orang tuanya mengetahui.
Sebab orang tua tahunya SAKURI adalah penurut dan taat beribadah.
Setelah lulus dari SDN CABAWAN 02 dengan PERINGKAT 1 (PERTAMA) Dia melanjutkan ke SMPN 4BREBES .
BIOGRAFI THERAPIS PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Masa-masa sekolah dasar adalah masa yg menyenangkan di sana mulai di perkenalkan yang namanya "BERKELAHI, PERSAHABATAN, PERTEMANAN, BAHKAN PERCINTAAN."
Kesemuannya bersatu pada tidak kalah dalam meraih sebuah prestasi dia pernah menduduki peringkat pertama waktu di kelas 5 dan 6.
tapi alangkah di sayangkan dia tidak boleh melanjutkan ke tingkat yg lebih lanjut. alasannya tidak ada biaya, hal tsb di amini kakak sulungku BADIRI, tapi aku nekat.
Kesemuannya bersatu pada tidak kalah dalam meraih sebuah prestasi dia pernah menduduki peringkat pertama waktu di kelas 5 dan 6.
tapi alangkah di sayangkan dia tidak boleh melanjutkan ke tingkat yg lebih lanjut. alasannya tidak ada biaya, hal tsb di amini kakak sulungku BADIRI, tapi aku nekat.
BIOGRAFI PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Rutinitas jika sore harinya sehabis sholat magrib adalah mengaji di pak lebe jamil, jika tidak di jamil ya di bapa toip, hal tersebut mendarah daging di diri sakuri,
Sedangkan pada waktu sekolah dasar kelas5, dia mendapftar di MDA NURVLHUDA SIDAPURNA dg inisiatif dia sendiri karena keingin tahuan di unsur agama yg menurut dia sangat minim. Alangkah sayang dia tidak ada yang mendukung terutama. hal ini di buktikan selepas SD dia ingin jadi SANTRI.
Sedangkan pada waktu sekolah dasar kelas5, dia mendapftar di MDA NURVLHUDA SIDAPURNA dg inisiatif dia sendiri karena keingin tahuan di unsur agama yg menurut dia sangat minim. Alangkah sayang dia tidak ada yang mendukung terutama. hal ini di buktikan selepas SD dia ingin jadi SANTRI.
BIOGRAFI THERAPIS PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Masa kanak-kanak dia memang kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya karena kesibukan keduanya sang ayah menjadi juragan bawang, sedangkan sang ibu bakul beras di rumah, dan di tambah lagi anaknya terlalu banyak. Tapi diantara anaknya ada yang sedari kecil hingga sekarang beliau amat sayangi, yaitu adik kandungku NASIHIN karena menurut beliau tadinya dia calon bontot tapi gak jadi di tambah lagi rupanya yang elok rupawan berkulit kuning.
Selasa, 01 Maret 2011
BIOGRAFI THERAPIS PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Di karenakan dia merasa terkekang dalam pergaulan, jadi watak dia terbentuk di lingkungan kecenderungan keras, di karenakan keberadaan dia sering di luar rumah, setelah cukup umur dia di sekolahkan di SDN CABAWAN 02, dengan guru walikelasnya KUSNAENI yang dengan sabar mengajar sampai anak didiknya mengerti apa-apa yang di ajarkan beliau, rutinitas rumah masih dia kerjakan terutama momong adik2nya dan mengangsu air minum krn sumur dia ANTA.
BIOGRAFI THERAPIS PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Terlahir di sebuah desa SIDAPURNA UTARA ,kec DUKUHTURI, kab TEGAL pada tanggal 11jumadil akhir 1978, atau 23mei 1978, putra ke enam dari sebelas bersaudara Putra dari bapak TOIP, ibu SUIMAH, terlahir atas nama SAKURI, dalam pertumbuhan masa kecilnya dia termasuk anak yang kurang bahagia di bandingkan anak seusianya dan saudara-saudaranya keluarganya termasuk orang terpandang di desa kakeknya H.HOLIL alias H.saryad termasuk orang di segani msrkat.
BIOGRAFI THERAPIS PIJAT URUT REFLEXY DAN BEKAM
Dia sakuri kecil selalu di bilang sebagai seorang anak yang penurut, dan terkesan BLOON di antara teman-temannya sebab setiap kali main dia selalu menggendong anak kecil, karena anak kecil tersebut adalah adiknya. Dan hal tersebut sampai berlanjut sampai dia sekolah menengah pertama kelas 3, Di banding saudara-saudaranya dia termasuk anak yg tidak banyak permintaan dan terkesan nrimo istilah orang jawa pasrah. Dan dia slalu jadi kambing hitam.
Langganan:
Postingan (Atom)