Rabu, 28 September 2011

Pengalaman permulaan menjadi terapis

Perjalanan menjadi seorang terapis amat sangat berliku-liku tantangannya, terlebih untuk orang awam yang belum mengetahui seluk beluk dunia terapi.
Pengetahuan tentang dunia medice harus ia kuasai begitu juga anatomi tubuh, susunan saraf, dan lain-lainnya.
Dan tak kalah pentingnya komunikatif untuk menanam kepercayaan kepada pasien. Janganlah obral janji sebab tak kala kita mengobral janji maka nantinya akan di tagih sebab tak menepati adalah hutang. Dan yang namanya hutang wajib di bayar.

Tak kala kita menangani pasien yang keniatan mau berobatnya setengah hati atau keniatan tak ada lebih baik kita tolak aja, anjurkan dia berobat ke tempat yang sesuai kata hatinya, kenapa? Sebab kita di anjurkan oleh sang guru kita agar jangan menjanjikan sesuatu penyembuhan kepada pasien akan tetapi kita di anjurkan untuk keoptimisan berdoa kepada alloh agar para pasien di beri rahmat alloh swt dan di ijabahnya doanya para pasien, oleh alloh swt, dengan kemauan yang sungguh-sungguh dan berupaya untuk kesembuhannya, dengan sandaran keyakinan bahwa sumber maha penyembuh adalah alloh swt.ui seluk beluk dunia terapi.
Pengetahuan tentang dunia medice harus ia kuasai begitu juga anatomi tubuh, susunan saraf, dan lain-lainnya.
Dan tak kalah pentingnya komunikatif untuk menanam kepercayaan kepada pasien. Janganlah obral janji sebab tak kala kita mengobral janji maka nantinya akan di tagih sebab tak menepati adalah hutang. Dan yang namanya hutang wajib di bayar.

Tak kala kita menangani pasien yang keniatan mau berobatnya setengah hati atau keniatan tak ada lebih baik kita tolak aja, anjurkan dia berobat ke tempat yang sesuai kata hatinya, kenapa? Sebab kita di anjurkan oleh sang guru kita agar jangan menjanjikan sesuatu penyembuhan kepada pasien akan tetapi kita di anjurkan untuk keoptimisan berdoa kepada alloh agar para pasien di beri rahmat alloh swt dan di ijabahnya doanya para pasien, oleh alloh swt, dengan kemauan yang sungguh-sungguh dan berupaya untuk kesembuhannya, dengan sandaran keyakinan bahwa sumber maha penyembuh adalah alloh swt.

Sabtu, 24 September 2011

Selingkuh

Apakah anda pernah mengalami yang namanya perselingkuhan?
Ada kesan yang kurang enak mendengar kata perselingkuhan, apa yang sebenarnya hendak di cari oleh orang sang pelaku perselingkuhan, katagori macam apa perselingkuhan itu?
Perselingkuhan adalah hubungan yang menyeleweng yang di lakukan seseorang yang keluar dari garis komitmen yang pernah di ikrarkan.
Katagori perselingkuhan beranekaragam jenis dan tahapan perselingkuhan itu di bagi bermacam tahapannya.
-tahapan pertama yangterkesan samar yaitu membayangkan seseorang di luar pasangan resmi
-tahapan kedua; pembicaraan online tanpa di selingi pertemuan
-tahapan ketiga; pertemuan dan terjadilah pembicaraan
- tahapan keempat; persentuhan yang keluar dari muhrimnya.
-tahapan kelima; persetubuhan yang keluar dari pernikahan.
-tahapan keenam; persirian yang terikat dengan pernikahan.

Apakah salah satu dari tahapan tersebut anda pernah melakukan?
Keterjerumusan seseorang ke jurang selingkuh berawal dari hal-hal yang bersifat ringan. Justru dampak yang timbul dari yang ringan tersebut opini masarakat berkembang dan penghakiman yang kejam bisa saja terjadi yaitu fitnah, oleh karena itu berpegang teguhlah kalian dengan komitmen yang kalian bangun, setialah kalian dengan pasangan resmi.
Tak ada yang istimewa menjalani perselingkuhan dan tak ada barokahnya yang ada akan menuai kemudorotan yang tak akan berkesudahan terus menerus. Agama adalah solusinya kejarlah peringkat ketaqwaan dengan keihlasan yang haq agar kamu terhindar dari jurang kenistaan.

Keindahan dan harapan

Ada seberkas sinar yang nampak di depan mataku walaupun cuma sebentar, justru dari hal tersebut sangatlah berarti bagi diriku terutama bagi masa depanku.
Detik-detik itu sebenarnya sudah kelihatan dan sudah terang benderang tinggal pelaksanaan dan keniatan yang bersumber dari dalam diriku, walaupun dilema itu akan terus berkepanjangan dan akan selalu menghantui.
Tapi yang namanya keputusan haruslah tetap di ambil walaupun nantinya ada pihak-pihak yang terkecewakan," Adil? Saya jawab belum tentu, tergantung penafsiran, sebab masing-masing orang punya penafsiran yang berbeda-beda.
Memulai sesuatu hal yang bersifat baru terkadang mempunyai tantangan yang sangat sulit di tebak, akan berbeda dengan memulai sesuatu hal yang sering kita kerjakan, mudah-mudah dengan berbekal pengalaman hambatan itu akan bisa teratasi.
Dukungan moril untuk saat ini saya rasa udah cukup terpandang seberkas keindahan dan terpangpangnya seberkas harapan.

Jumat, 23 September 2011

Masa transisi menghadapi sebuah kenyataan

Keluargaku adalah surgaku banyak sekali kedamaian yang aku dapati di sana, dan tidak luput kesengsaraan batin aku alami pula tapi aku tidak menampik permasalahan itu datang berawal dan bersumber dari diriku.

Entah mengapa semua ini mesti terjadi, tapi ada suatu catatan yang harus aku aku catat untuk ku kenang sepanjang masa.
Yaitu; rasa sayangku kepada isteriku tak pernah pudar walaupun pada kenyataannya beliau isteriku sudah tak sayang lagi padaku.
Aku tidak berkecil hati kepada isteri tapi aku menaruh harapan besar kepada anak-anakku. Cukuplah cuma aku saja yang mengalami kejadian ini.
Keluarga besarku tidak tahu kejadian yang aku alami sebab selama ini aku menyembunyikan kesedihan yang aku alami selama ini DIAM ADALAH SOLUSI YANG AKU AMBIL.

kegembiraanku kuperlihatkan di hadapan keluarga besarku adalah kesemuan belaka.

Itulah awalan kesedihan yang aku alami tapi akhirnya aku tersadar bahwa nyatanya selama ini aku yang salah yang benar ternyata ada di pihak isteriku, oleh karena itu aku malu terutama pada diriku sendiri yang kenyataannya aku tidak bisa memahami apa-apa. Aku sangat bodoh di hadapan isteriku nilai apapun yang aku punya di masyarakat walaupun di nilai bagus, tapi kenyataanya di hadapan isteriku aku tak ada nilainya.

Saat ini aku baru memahami kekeliruan yang selama ini aku perbuat dan aku baru menyadari kebodohanku dan sebenarnya kebodohanku sudah terlihat nyata dari tampangku.

Aku bersukur sekali mempunyai seorang isteri seperti indrawati banyak sekali barokah yang aku dapati setelah aku menikah dengannya,
ada yang menggelayuti pikiranku yaitu sang isteriku meminta bercerai denganku jika kebiasaan lamaku tidak aku rubah pertanyaannya kebiasaan macam apa yang kurang di sukai isteriku
"yaitu cara berbicara yang aku punyai kurang berkenan di hatinya, tingkah laku yang aku punyai terlihat menonjolkan kesombongan (kurang sopan santun) kebiasaan terapi (memijat)".

Itulah beberapa macam hal yang kurang berkesan di hati isteriku, tapi ada hal yang terkadang kontroversi antara pendapat sang isteri kata masyarakat yang tahu kepribadianku menilai apa yang sang isteri ungkapkan di nilai terkesan terlalu mengada-ngada. Tapi aku tekankan pada masyarakat tersebut bahwa apa yang di nyatakan sang isteri benar adanya.

Alhamdulilah alloh selalu membimbing diriku dengan mengetahui ada kekurangan yang aku punya membuat diriku masih perlu belajar banyak, dan semangkin tersadar diriku bahwa aku masih banyak kekurangannya.
Makasih duhai isteriku maafkan daku belum bisa membahagiakan dirimu.

Kamis, 22 September 2011

Pembangunan warteg di ciledug jalan pinang berlokasi dekat rs mulya dan di depan rajawali futsal, dan akan buka untuk perdananya pada tanggal 24 september 2011, prosesi pembangunan yang memakan waktu yang cukup

Rabu, 14 September 2011

Adalah isteriku INDRAWATI orang kedua yang aku sayangi, sedangkan orang pertamanya adalah ibuku.

Sangkin sayangnya aku sama isteriku susah sekali aku mengungkapkan lewat kata-kata apalagi diriku ini tergolong orang yang tak bisa beromantis seperti kebanyakan orang.
Kesan yang ada padaku terlihat kaku, terkesan sombong, dan tidak sedikit pula yang mengklaim sebagai orang yang egois.

Pertanyaan yang sering muncul di benakku adalah tentang orang-orang yang pandai menilaiku apakah lebih baik dari pada diriku ini?
Keseringan menilai orang lain akan mengakibatkan bertambah lupa akan kekurangan apa yang ada dalam dirinya, sebab setiap waktunya dia sibuk dengan urusan orang lain.
Klaim menyalahkan orang jangan dijadikan vonis bahwa orang tersebut bersalah kesemuan, sebab terkadang orang melakukan kesalahan di lakukan karena hilaf. Hal yang ini perlu menjadi catatan untuk di jadikan sebuah pertimbangan.

Semoga wanita kedua yang tersayang bisa mengenal siapa sih suaminya ini, yang sebenarnya dia sampai detik ini tidak mengenal dengan benar karakteristik sang suaminya.
Kedua orang tuaku sangat sayang pada diriku, mereka selalu mendoakan diriku baik siang maupun malam, dan juga orang lain melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan kedua orang tuaku di karena sesama muslim. Bersyukur adalah kata yang sama dan selalu di ulang setiap kali memanjatkan doa.

Selalu mensyukuri nikmat yang alloh swt berikan adalah sebuah hal yang wajib kita tunaikan, adakalanya musibah yang datang tetap aku sukuri, bermacam cobaan silih berganti datangnya, ujian perekonomian yang melanda di keluargaku.
Entah mengapa saat ini tidak sedikit orang menganggap aku ini gila? Dan tidak sedikit orang yang meragukan apa yang aku lakukan di bilang mustahil!, pemikiran yang aku pikirkan bagi orang lain ada yang menganggap terlalu ketinggian, pandangan yang aku pandang menurut pandangan orang lain terlalu ngada--ngada.
Ada apa dengan diriku?, aku berusaha mencari jawaban akan tetapi jawaban yang aku nanti tak kunjung datang. Aku berusaha menggali jawaban yang pertanyaan berasal dari diriku dan jawabannya dari diriku pula.
Ada apa dengan diriku?

Namaku sakuri aku dari lahir memakai nama sakuri sampai saat ini pun aku memakai nama itu.
Jiwaku badanku ku pergunakan untuk beribadah akan tetapi terkadang aku melakukan dosa pula, aku bukan manusia suci, akan tetapi aku selalu mencoba memperbaiki diri, entah kapan aku bisa berdiri sendiri, bermacam jalan sudah aku tempuh, guna mencari jatidiri. Akan tetapi pencarian jatidiri belum aku dapati malahan kemunduran yang aku dapati.

ADA APA DENGAN DIRIKU?.

Selasa, 13 September 2011

Moment lebaran versi sakuri

Momentum lebaran adalah acara silahturahmi yang di jalankan secara besar'besaran oleh kebanyakan umat islam yanng sedang merayakan, akan tetapi ada sedikit kekeliruan yang di jadikan kebiasaan, dan secara terus menerus di jalankan yaitu; kesibukan yang luar biasa pembelanjaan keuangan secara besar-besaran, sampai-sampai tak kala di kembali ke tempat rantau uang tersebut telah habis. Padahal jika mau berpikir secara sehat, acara silahturahmi bisa di jalankan kapanpun, bukan harus setempat atau bersamaan, yang menjadi rancu, yaitu tatkala akan bersilaturahmi ke rumahnya si A tapi ternyata si A tidak ada berdasarkan keterangan si A lagi ke rumahnya si B juga kebalikannya.

Pemikiran yang tak kunjung sampai ke tujuan

Adalah aku yang banyak sekali memiliki keterbatasan di sana sini.
Rasanya tak kunjung henti aku selalu berkutat di dalam pemikiran tanpa ada realisasinya. Apa saja selalu dirumuskan gagal di tengah jalan dan hal ini selalu di amien oleh banyak pihak terutama yang kontra dengan diriku, karena hal itu ingin rasanya aku sharing dengan semua pihak walaupun berujung keputusan mutlak ada di tanganku paling tidak hal ini akan sedikit membantu, tapi apa yang aku pikir hasil sharing akan membantu malahan membikin suasana semangkin tak karuan dan bikin amburadul sampai-sampai aku terbentur tak mampu berpikiran sehat.

Dengan tekad dan keniatan yang kuat mulai saat ini dan di mulai detik ini pula aku memutuskan akan siap menanggung resiko seberat apapun dengan konsekwensi yang aku ambil.

Aku menganalisa dampak yang akan terjadi sangat merugikan diriku juga keluargaku, jika keputusan yang aku ambil ini meleset.
Tapi akan berubah dengan dratis jika apa yang aku pikirkan dapat aku realisasikan.
Masa depanku masih panjang, terutama masa depan anak-anakku tentunya jika aku terlambat mengambil keputusan yang merugi keluargaku juga, memang pada saat ini kebimbangan selalu menyelimuti diriku pasca kehancuran usaha di bidang WARTEG, kepercayaan istri pada diriku menurun, kepercayaan keluarga istri padaku juga sirna, apalagi yang berkaitan dengan profesi yang sedang aku geluti saat ini, yang sangat tidak di sukai oleh pihak keluarga besar istri. Sedangkan yang ada di pemikiranku pada saat ini adalah aku ingin usaha tapi jangan sampai di dapat dengan cara berhutang, atau usaha yang memerlukan modal yang sedikit agar dalam perjalanan usaha tidak menjadi beban pikiran banyak pihak, yang selama ini membantuku.

Persisnya ada seorang teman yang memberi pandangan yang cukup menerangi pikiranku yaitu; aku harus berpikiran positif di bikin seolah-olah semua pihak lagi mendorong dan mensupport apa-apa yang aku lakukan.
Hilangkan prasangka berburuk sangka pada siapapun pandanglah orang-orang yang tadinya pesimis dalam memang apa yang aku lakukan dengan senyum kegembiraan di karenakan pada saat ini mereka merubah pandangan mereka menjadi optimis dan harapan besar akan kemampuan dan skill yang di miliki masih banyak orang memerlukan. Tentang hasil berpulang kepada alloh swt sebab hanya dialah sang pemberi rezeki tinggal kitanya sang hamba mencari dan menggalinya.

Senin, 12 September 2011

Ketergantungan terselubung

Trauma masa kecil atau watak bawaan lahir ataukah keras kepala/egois.
Kata yang diatas di anggap sebagai sebab keadaan diriku pada saat ini, oleh karena kontroversi yang di atas maka akan di urai secara detail faktor yang sebenarnya yang berkaitan dengan diri penulis yaitu sakuri.

Menurut pribadi sang penulis kenapa dia saat ini mempunyai kondisi terpuruk tidak lain karena ulah dari diri dia sendiri, yang menjelang usia menginjak 34 kemanjaan dan merasa kurang kasih sayang menghambat motorik berkerja dengan normal.

Faktor yang di anggap sepele oleh dia selalu remehkan, justru hal inilah yang menjadikan bumerang bagi diri dia sehingga dia tidak ada kemajuan secara global.

Teruntuk sang pasangan yaitu sang istri indrawati selalu melemahkan dan selalu menambah beban psikologis, tidak ada ruang gerak yang longgar untuk pergerakan dia, timing tersebut sama berbarengan dengan kondisi drop dia kemudian di perparah oleh ulah sang pasangan hidup, yang notabene kecintaan dan kasih sayang kepada sang suami mulai berkurang hal ini terjadi tanpa ia sadari. Sedangkan sang suami yang sangat mencintai istrinya tak mempunyai bekal ilmu yang cukup bagaimana bentuk dan rupa menyampaikan bentuk rasa sayangnya, hal ini berkaitan kebiasaan dia menerima apapun bentuk yang telah di tetapkan qodha dan qadar oleh alloh swt.

Penilaian kesuksesan yang selalu di lihat berdasarkan materi menjadikan dia tergolong orang yang merugi.

Pola pandang masyarakat sekitar yang serbanya ingin tahu menjadikan memperparah kondisi psikologis sang istri menjadi manusia kritis dan tak mau di kritisi.

Miss komunikasi antara sang suami dengan sang istri menjadikan kesenjangan yang semangkin ternampakan hal ini terjadi karena tidak ada keselarasan dari pihak istri yang terlebih dahulu memvonis bahwa suaminya sudah tidak termaafkan kembali, berdasarkan pengumpulan kesalahan atau kehilapan yang di lakukan sang suami tempo dahulu kala. Menjadi senjata andalan sang istri untuk memojokkan sang suami jika kesandung masalah.

Momentum saling maaf dan memaafkan, berminal aidzin/berlebaran, pengakuan bersalah dan sudah temaafkan, hanyalah di jadikan monumen belaka.
Konsekwensi selalu di abaikan, yang selalu di junjung tinggi oleh sang istri adalah pembuktian komitmen saya selaku suami tentang perubahan yang di janjikan sang suami kepada istrinya, cuman di batasi aksi gerak-geriknya dengan catatan dan di garis bawahi yaitu" jangan menjalankan usaha di bidang terapi jika menjalan bidang terapi dan di fokuskan di bidang tersebut ia memilih untuk berpisah dengan suaminya menurut dia;" pilih opsi mau pilih terapi berarti bersiaplah untuk kehilangan sang istri yaitu sang istri minta cerai, atau berjalan seperti apa adanya dengan selalu di monitoring secara berkala dengan pengawasan langsung dari sang istri."

kekurangan ekonomi menjadi faktor pemicu nomer satu di keluarga kami, akan tetapi hal ini di tolak dengan dalil bahwa dia bukan istri yang matrialistis,
pemicu nomer dua;" adalah kesenjangan kerukunan rumah tangga yang di picu; miss komunikasi, hal ini di bantahkan sang istri dengan terlebih dahulu memvonis "percuma bermusyawarah berujung di pengin menang sendiri".
Tak ada kesempatan dan tak ada ruang untuk komunikasi di antara kami berdua.
Pemicu yang ketiga;" adalah orang ketika yang ada di tengah-tengah rumah tangga kami yang hampir tak terlihat tapi bisa di rasakan."
oleh karena itulah sang suami menjalankan sunah nabi dengan cara mengurangi banyak bicara, dengan cara belajar diam dan mengurangi bicara yang tidak perlu.
Mengejar ketertinggalan di materi dengan cara giat berkerja, dan belajar menggapai kefokusan.
Sedangkan tentang terapi yang sangat di benci sang istri, tetap akan aku fokuskan, tinggal menunggu waktu yang tepat.
Tentang tanggapan dan ancaman sang istri terhadapku aku persilakan di menggugat saya, tapi tentang pengucapan talaq ke dia aku haramkan diriku mengungkapkan kata-kata tersebut. Sebab aku sakuri sangat sayang pada isteriku INDRAWATI apapun yang ada pada isteriku baik dan buruknya aku siap menerima apa adanya. Aku memanjatkan rasa syukur pada alloh swt.
Terimakasih aku persembahkan pada pendamping hidupku,
dan semua pihak yang telah membantu aku. Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Kamis, 01 September 2011

Ada yang menarik yang perlu di garis bawahi, yaitu; jadikan moment penting ini untuk silaturahmi yang ikhlas jangan terpaksakan.

Moment yang kedua; pelatihan puasa di bulan ramadhan di jadikan pegangan dalam perjalanan 11bulan kedepannya agar bisa lebih baik kembali.

Moment yang ketiga; apa-apa yang telah di lakukan di bulan ramadhan jangan di lupakan ingat lah apa tujuan puasa tersebut yaitu "supaya menjadi insan yang bertaqwa".

Moment keempat; "jangan sekali-kali mengerjakan kemudorotan yang tidak berguna.

Moment kelima; "jalankan dan tegakan amar' ma'ruf nahi mungka.