Kedua orang tuaku sangat sayang pada diriku, mereka selalu mendoakan diriku baik siang maupun malam, dan juga orang lain melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan kedua orang tuaku di karena sesama muslim. Bersyukur adalah kata yang sama dan selalu di ulang setiap kali memanjatkan doa.
Selalu mensyukuri nikmat yang alloh swt berikan adalah sebuah hal yang wajib kita tunaikan, adakalanya musibah yang datang tetap aku sukuri, bermacam cobaan silih berganti datangnya, ujian perekonomian yang melanda di keluargaku.
Entah mengapa saat ini tidak sedikit orang menganggap aku ini gila? Dan tidak sedikit orang yang meragukan apa yang aku lakukan di bilang mustahil!, pemikiran yang aku pikirkan bagi orang lain ada yang menganggap terlalu ketinggian, pandangan yang aku pandang menurut pandangan orang lain terlalu ngada--ngada.
Ada apa dengan diriku?, aku berusaha mencari jawaban akan tetapi jawaban yang aku nanti tak kunjung datang. Aku berusaha menggali jawaban yang pertanyaan berasal dari diriku dan jawabannya dari diriku pula.
Ada apa dengan diriku?
Namaku sakuri aku dari lahir memakai nama sakuri sampai saat ini pun aku memakai nama itu.
Jiwaku badanku ku pergunakan untuk beribadah akan tetapi terkadang aku melakukan dosa pula, aku bukan manusia suci, akan tetapi aku selalu mencoba memperbaiki diri, entah kapan aku bisa berdiri sendiri, bermacam jalan sudah aku tempuh, guna mencari jatidiri. Akan tetapi pencarian jatidiri belum aku dapati malahan kemunduran yang aku dapati.
ADA APA DENGAN DIRIKU?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar