Selasa, 13 September 2011

Pemikiran yang tak kunjung sampai ke tujuan

Adalah aku yang banyak sekali memiliki keterbatasan di sana sini.
Rasanya tak kunjung henti aku selalu berkutat di dalam pemikiran tanpa ada realisasinya. Apa saja selalu dirumuskan gagal di tengah jalan dan hal ini selalu di amien oleh banyak pihak terutama yang kontra dengan diriku, karena hal itu ingin rasanya aku sharing dengan semua pihak walaupun berujung keputusan mutlak ada di tanganku paling tidak hal ini akan sedikit membantu, tapi apa yang aku pikir hasil sharing akan membantu malahan membikin suasana semangkin tak karuan dan bikin amburadul sampai-sampai aku terbentur tak mampu berpikiran sehat.

Dengan tekad dan keniatan yang kuat mulai saat ini dan di mulai detik ini pula aku memutuskan akan siap menanggung resiko seberat apapun dengan konsekwensi yang aku ambil.

Aku menganalisa dampak yang akan terjadi sangat merugikan diriku juga keluargaku, jika keputusan yang aku ambil ini meleset.
Tapi akan berubah dengan dratis jika apa yang aku pikirkan dapat aku realisasikan.
Masa depanku masih panjang, terutama masa depan anak-anakku tentunya jika aku terlambat mengambil keputusan yang merugi keluargaku juga, memang pada saat ini kebimbangan selalu menyelimuti diriku pasca kehancuran usaha di bidang WARTEG, kepercayaan istri pada diriku menurun, kepercayaan keluarga istri padaku juga sirna, apalagi yang berkaitan dengan profesi yang sedang aku geluti saat ini, yang sangat tidak di sukai oleh pihak keluarga besar istri. Sedangkan yang ada di pemikiranku pada saat ini adalah aku ingin usaha tapi jangan sampai di dapat dengan cara berhutang, atau usaha yang memerlukan modal yang sedikit agar dalam perjalanan usaha tidak menjadi beban pikiran banyak pihak, yang selama ini membantuku.

Persisnya ada seorang teman yang memberi pandangan yang cukup menerangi pikiranku yaitu; aku harus berpikiran positif di bikin seolah-olah semua pihak lagi mendorong dan mensupport apa-apa yang aku lakukan.
Hilangkan prasangka berburuk sangka pada siapapun pandanglah orang-orang yang tadinya pesimis dalam memang apa yang aku lakukan dengan senyum kegembiraan di karenakan pada saat ini mereka merubah pandangan mereka menjadi optimis dan harapan besar akan kemampuan dan skill yang di miliki masih banyak orang memerlukan. Tentang hasil berpulang kepada alloh swt sebab hanya dialah sang pemberi rezeki tinggal kitanya sang hamba mencari dan menggalinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar