Senin, 14 Maret 2011

Memulai pencarian jati diri

Selepas lulusan smp dengan menyandang peringkat pertama keputusan di ambil yaitu merantau, perantauan pertama kalinya ke tanggerang tepatnya di daerah pasar dorong desa alam jaya pasar kemis tanggerang yaitu di warteg milik saudara mufrodi suami kakak (sapuroh) status sekarang sudah bercerai, pembantu adalah statusku.
Mengawalinya adalah sungguh hal terberat dalam hidupku bayangkan untuk mandi cuci aja susahnya minta ampun sebab pada saat itu kekeringan sedang melanda tanggerang untuk kebutuhan warteg aja air harus mengantri sedari sore itupun dapatnya pada pagi hari pengin tidak mengantri paling tidak harus beli di tempat lain itupun harus memiliki sarana misalnya becak, gerobak.
Dan mulai dari situlah diriku mengenal becak hari-hariku di isi dengan aktifitas menarik kendaraan becak sebab pada saat itu sudah menjadi kebutuhan. Hal seperti itu bertahan sampai 2bulan setelah kakak datang pekerjaan sedikit ringan dan pendalaman di warteg bisa dikuasai dalam tempo 1bulan kebetulan amplusan berarti di doyong cuma 4bulan selesai dari situ berpindah ke daerah karawaci, banyak kenangan yang didapat yang paling berkesan adalah: tanda kecelakaan becak yang menimpa di tangan kiri terjadi di jatiuwung, waktu mengantar karyawan warteg pergi ke pasar persisnya jam 1malam hari jumat kliwon (awal obsesi pengin jadi terapis). Kenangan kedua yang berkesan pertemanan dengan seorang dara dari daerah padang pariaman namanya sumarni yang biasa aku panggil upik.

Di karawaci banyak sekali hikmah yang aku petik terutama manajemen warteg sebab keberadaan disana pernah di serepin warteg bersama damirah pembantu asal kali kamal brebes, semenjak itu pula kedekatan terjalin antara aku dan yang lain. Dan mulai di karawaci pulalah aku mengenal merokok, dan hubungan kekerabatan (setingkat lebih dari pertemanan). Pengenalan yang lebih adalah bahwa ternyata dunia itu luas dan masih banyak yang harus aku ketahui bih banyak lagi.

MEngenal bogor pertama kali di daerah jampang prapatan daerah parung dekat kahuripan. Di warteg milik saudara badiri (pada saat ini sudah beralih kepemilikannya), dari sinilah aku belajar memasak dari kakak.
Tapi sayang belum selesai aku di jemput mufrodi untuk dagang di kampung doyong kembali akan tetapi status yang aku sandang berbeda yaitu sebagai bos, tapi tidak bertahan lama karena belum menguasai dengan benar managemennya kemudian di oper ke orang lain kembali, selepas dari doyong balik lagi ke bogor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar