Senin, 14 Maret 2011

Barokah doa dari orang tua

Terlalu sombong jika keberhasilan yang aku dapat karena semata mata kerja kerasku, allah swt tidak menyukai orang sombong dan berbangga hati, setelah mengalami masa transisi dan perenungan, akhirnya sebuah awalan bisa di temukan yaitu:
orang tak akan bisa hidup sendiri sebab sudah di kodratkan kesemuanya saling terkait atau bersosial, saling memberi dan menerima, saling doa mendoakan jadi dengan kata lain peran seseorang bisa berdiri di keenakan ada sesuatu yang di pijak.

Begitulah hidupku yang tadinya banyak sekali catatan kelam, dan nasehat dari manapun selalu di anggap angin lalu, alhamdulilah allah masih memberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan pada saat inipun masih dalam proses.

Ketika baru mengalami kelulusan SMP rasa berontak dalam diri seolah hak hakku terasa terpasung, yaitu ketika aku tak boleh melanjutkan sekolah lagi apapun alasannya, oleh karena itu pada saat itu aku merasakan pengabdianku selama ini dengan nurut kepadanya tidak ada harganya, dan terkesan tak terlihat nilainya.
Berawal dari situlah pemberontakan batin mulai terpatri di dada. Ketergantungan akan orang lain tidak bisa diharapkan jika tidak dari diri sendiri. Kesan yang sangat sulit untuk dilupakan, dan hal ini terbukti hingga sampai dia berumah tangga hingga sekarang ini sudah di anugrahi dua orang anak laki dan perempuan, sifat seperti di atas kurang bagus untuk ditiru sebab mengakibatkan temperamen sikap keras, kesan sombong tinggi dan egois.

Ambil hikmah sajalah sebab penulis sendiri telah mengakui bahwa yang selama ini dilakukannya banyak mengakibatkan merugikan orang lain dan diri sendiri terutama anak-anak dan istrinya. Usaha apapun yang dia liris selalu berbuah kebangkrutan, setelah di telusuri secara mendalam sumber nya berasal dari sikap yang aku miliki selama ini. Walaupun boleh dibilang terlambat tapi tak apalah dari pada tidak sama sekali. Setelah melalui berbagai rintangan manfaat introspeksi sangat luar biasa dan detik ini pun masih terasa keluarga ikut menikmatinya amin semoga selalu begitu dan jangan kembali ke yang jelek, setiap jalan hidup yang di laluipun terasa ringan.

Peran orang tua sangat luar biasa tidak mungkin aku bisa begini jika tanpa peran dari orang tua, beliau selalu mendoakan baik siang maupun malam mendoakan anak anaknya agar bisa hidup berbahagia dan berkecukupan. Begitu juga dengan karier yang sedang lagi di jalani yaitu terapis pijat hal ini terlaksana karena barokah dari dorongan dan doanya. Selama hidup yang selalu terngiang adalah aku belum bisa membahagiakan keduanya, semoga allah swt slalu merahmati keduanya sampai hari kiamat.
Keinginan hati ingin mendampingi dirinya di masa tuanya rasanya sampai saat ini masih tertangguhkan karena persoalan ekonomi yang harus aku prioritaskan sebab masa depan anak masih teramat panjang, usaha yang sudah ada biarlah akan tetap selalu ada sebab dari usaha itu merupakan cikal bakal dari usaha terapi yang sedang di jalani saat ini. Hubungan persahabatan, pertemanan harus slalu di jaga sebab tanpa di jaga hal itu akan menjadi boomerang nantinya, silahturahmi dengan saudara harus selalu di pupuk dan di rawat agar senantiasa menuai barokah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar