Sabtu, 20 Agustus 2011

Tragedi kecelakaan becak

Selepas smpn lulusan sebenarnya tidak terbesit dalam pikiranku untuk merantau, akan tetapi orang tuaku sangat menginginkan diriku merantau, hal yang ku inginkan padahal cuma satu membantu orang tua di bidang pertanian.

Padahal selepas smpn walaupun banyak tawaran beasiswa berdatangan di karenakan aku termasuk siswa yang berprestasi, tapi orang tua tak boleh aku sekolah, akhirnya tawaran itu aku tolak dan memutuskan mengikuti kemauan orang tua.

Pertama kali aku merantau di ajak oleh H.talab yang mempunyai warteg di daerah cakung, selepas dari cakung perjalanan di lanjutkan ke kebayoran baru tak jauh dari terminal blok M, tepatnya di warteg milik tetanggaku, yaitu DARSO, selepas makan siang baru perjalanan di lanjutkan ke tanggerang tepatnya di warteg milik MUKRODI, yang berlokasi di desa doyong/alam jaya, kec jatiuwung tanggerang.

Di warteg tersebut ternyata sudah ada karyawan 3 orang, yang terdiri dari 2 orang perempuan yang bernama; yati dan kartini, sedangkan yang laki-laki namanya hardiman.

Pada saat itu aku masih polos boleh di bilang bloon tak tahu apapun, selama satu bulan di sana aku belum bisa apa-apa sebab semuanya terasa asing bagiku baik itu masalah masakan, nama-nama masakan, maupun cara membungkus makanan sampai hal menghitung harga.

Ada kesulitan di sana pas kebetulan pada saat itu kemarau panjang, yang namanya air adalah barang yang sangat langka, apalagi kebutuhan warteg amat sangat membutuhkan, hampir satu bulan aku di doyong tidak mandi, sebab prioritas adalah wanita.

Mencari air adalah kegiatan rutin yang aku jalankan mengantri adalah solusi awal, yang kedua adalah mencari ke daerah lain, dan langkah yang ketiga adalah membeli air.
Karena air penting akhirnya armada yang di gunakan untuk mengangkut air di sediakan BECAK adalah alat tranportasi yang di gunakan pada saat itu, sebab komunitas becak pada saat itu belum di larang pemerintah.

Dari mengenal becak itu menjadikan keseharianku bergelut di becak dari mengantar pasar sampai membawa air.
Pada suatu hari tepatnya pada malam sabtu manis kurang lebih pukul 01;30 aku mengalami kecelakaan hebat di daerah jatiuwung tanggerang, aku cari tukang urut tidak juga aku temukan sampai-sampai keesokan harinya tanganku membengkak besar dan sangat nyeri sekali, aku sadar aku salah terlalu percaya diri dalam mengendarai becak, di mulai dari situlah terbesit di pikiranku untuk menjadi seorang tukang terapi sebab sangat langka tukang terapi muda yang ada adalah terapi yang sudah tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar