Sabtu, 27 Agustus 2011

INDRAWATI ADALAH ISTRI

Pada tahun 1998, usahaku yang berlokasi di kawidaran, cikupa, tanggerang mengalami kebangkrutan di karena dampak krisis global yang melanda indonesia, akhirnya aku memutuskan pulang kampung, dan mengabdi pada orang tua dengan cara bertani, ketika itu aku di serahkan menggarap pertanian seluas 3 kamas, alhamdulilah di beri kemudahan panen dengan hasil yang cukup. Uang hasil penjualan bawang merah di wujudkan berdirinya rumah kecil di samping rumah yang lama.

Ada kesan yang sangat berkesan sampai sekarang, yaitu rute jalan yang aku lalui ketika akan pergi kesawah aku melewati sebuah rumah di pinggiran sawah yaitu rumah kedah/sanudin. Terlihat wanita cantik yang bernama indrawati. Semangkin semangat diriku pergi ke sawah sembari melihat cewek cakep tersebut.

Tak aku sangka wanita yang aku taksir tersebut setelah aku selidiki ternyata sudah mempunyai tunangan dengan pria lain yang notabene pilihan orang tuanya. Tapi aku tak patah semangat segala upaya aku jalankan untuk memikat hati sang wanita cantik tersebut, akan tetapi semangat itu luntur ketika aku mendengar langsung berita bahwa pertunangan tersebut sudah lama terjadi.

Konsentrasi tentang wanita aku abaikan aku akan konsentrasi ke pertanian aku prioritaskan. Hal ini aku lakukan semata-mata aku merasa berhutang pada orang tuaku waktu aku di warteg.

Setelah berjalannya waktu sembari menjalankan usaha pertanian aku mencoba mendekati seorang wanita asal sidakaton yang bernama WASIAH, dengan hati berbunga di karenakan wanita ini adalah idaman hatiku pada saat aku di MADRASAH DINIAH AWALIAH NURULHUDA SIDAPURNA.
ada peran yang cukup dominan pada saat itu adalah sahabatku yaitu seorang wanita juga yang bernama NURHAISAH, dia adalah sahabatku ketika aku di sekolah menengah pertama di BREBES.

sangkin dekatnya persahabatanku dengan nurhaisah, banyak orang sekitar yang salah tafsir bahkan ada juga mengatakan bahwa sakuri dengan nurhaisah berpacaran, bahkan ada juga bertunangan, setelah kabar berita tersebut simpang siur akhirnya sampai juga di telingaku itupun di sampaikan oleh nurhaisah sendiri.

Ada kabar baik datang dari cabawan, yaitu; bahwa indrawati membatalkan perjuangannya dengan slamet, sangat terbuka lebar bagi diriku untuk upaya pendekatan kepada dirinya, sedikit demi sedikit usaha pendekatan aku jalankan, di mulai dari main ke rumahnya, surat menyurat dan salam lewat teman-temannya.

Akhirnya klimaks pun datang juga, aku mendapat jawaban dari WAISAH DIA MENERIMA AKU JADI PACAR SEKALIGUS DIA MAU MENJADI ISTERIKU, AKU BINGUNG AKHIRNYA TENTANG WAISAH DENGAN HATI BULAT AKU MAIN KE RUMAHNYA DAN MEMINTA MAAF BAHWA AKU TIDAK BISA. CUKUP SEBAGAI TEMAN AJA.

BEGITU JUGA NUR HAISAH DIA TERNYATA DIAM- DIAM MENYUKAI DIRIKU YANG SEJATINYA AKU MENGANGGAP DIA CUMA SEKEDAR SEBATAS SAHABAT SEMATA.

AKHIRNYA AKU DENGAN INDRAWATI SEPAKAT DENGAN KOMITMEN BERSAMA UNTUK MASA DEPAN YANG DI RESTUI KEDUA ORANG TUA. AKHIRNYA HUBUNGANKU DIRESTUI KEDUA ORANG TUAKU JUGA DAN HARI H DI TETAPKAN UNTUK ACARA PERTUNANGAN.

SETELAH ACARA PERTUNANGAN TERJADI TERJADI INSIDEN YANG MENCENGANGKAN YAITU DENGAN KEDATANGAN NURHAISAH KE RUMAHKU DI IRINGI ISAK TANGIS DIA, DENGAN PENGAKUAN "BAHWA DIA SANGAT MENCINTAIKU SEJAK MASIH SEKOLAH HINGGA SEKARANG" akhirnya setelah suasana tenang akhirnya aku jelaskan agar kedamaian dan kerukunan tetap terjalin antara kami berdua, dan pada saat ini dia nur haisah sudah menikah dengan teman sekolahnya yang juga teman kelasku juga. Yang bernama; FATKURAOHMAN YANG BIASA AKU PANGGIL SI"OMAN". SEKARANG SUDAH DI KARUNIA ANAK YANG CANTIK JELITA SEPERTI IBUNYA, SEDANGKAN AKU MENIKAH DENGAN INDRAWATI SAAT INI DI KARUNIAHI DUA ANAK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar